Suara.com - Kehidupan pribadi Rektor Unair (Universitas Airlangga) Prof. Mohammad Nasih dikulik publik usai memecat Dekan FK Unair, Prof. Budi Santoso. Ternyata rektor yang sudah menjabat 2 periode itu pernah siarkan nikahan anak di akun YouTube Unair loh.
Prof. Mohammad Nasih, yang menjabat sebagai rektor Universitas Airlangga (Unair) selama dua periode, yaitu 2015-2020 dan 2020-2025, mengambil tindakan tegas pada Rabu, 3 Juli 2024. Pada periode kedua masa kepemimpinannya, Prof. Mohammad Nasih memecat Prof. Budi Santoso dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga karena perbedaan pendapat terkait kedatangan dokter asing ke Indonesia.
Namun siapa sangka pada Agustus 2022 silam, rektor Unair ini sempat memicu kontroversi lantaran kanal YouTube resmi Unair menyiarkan acara pernikahan anak Prof. Mohammad Nasih. Momen ini viral di media sosial, diungkap langsung oleh mahasiswa Unair melalui Twitter.
Melansir pemberitaan suarakalbar.id, Jumat (5/7/2024) saat itu unggahan yang dicuitkan oleh seorang mahasiswa melalui menfess Twitter @collegemenfess, membagikn sebuah tangkapan layar yang menunjukkan akun YouTube Universitas Airlangga sedang menayangkan live pernikahan.
Bukan orang sembarang, ternyata pernikahan yang digelar dan ditayangkan secara live tersebut merupakan acara pernikahan putra dari Rektor Unair, Mohammad Nasih.
"Seberapa unik kampus kalian? kampusku ngadain live YouTube pernikahan anaknya rektor guys," ketik pengirim cuitan tersebut.
Dalam gambar yang dibagikan, terlihat prosesi pernikahan tersebut menayangkan tasyakuran pernikahan anak Rektor yang ditonton hanya sebanyak 9 orang.
Selain itu, tampak pula foto pengantin pria dan wanita yang disematkan pada sisi kiri bawah layar tayangan live tersebut.
Heboh Dekan FK Unair diberhentikan karena protes kedatangan dokter asing
Baca Juga: Kronologi Dekan FK Unair Dipecat Usai Protes Wacana Impor Dokter, Kemenkes Bantah Keterlibatan
Sebelumnya beredar viral di internet pesan berpamitan Dekan FK Unair, Prof. Budi Santoso yang mengaku diberhentikan alias dipecat oleh pihak Kampus Unair. Pesan itu dikirim di grup obrolan dosen FK Unair yang terdiri lebih 300 anggota.
Pesan berpamitan ini beredar di media sosial dan menghebohkan rekan sejawat dosen maupun para dokter. Pasalnya Prof. Budi, jadi salah satu sosok yang cukup keras menentang kedatangan dokter asing ke Indonesia.
"Assalamualaikum wr wb, Bpk ibu Dosen FK. Unair, per hari ini sy diberhentikan sebagai Dekan FK. Unair, sy menerima dengan lapang dada dan ikhlas, Mhn maaf selama sy memimpin FK. Unair ada salah dan khilaf, mari terus kita perjuangkan FK. Unair tercinta untuk terus maju dan berkembang, Aamiin3x , salam hormat untuk guru, senior dan sejawat semuanya," tulis Prof. Budi melalui pesan berpamitannya.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh awak media, Prof. Budi membenarkan pemanggilan nya ke hadapan rektor Unair, berkaitan dengan pernyataannya terkait kedatangan dokter asing ke Indonesia.
"Iya. Iya. Proses saya untuk dipanggil berkaitan dengan itu (tolak kedatangan dokter asing)," jelas Prof. Budi.
Prof. Budi mengaku akan menerima dengan lapang dada pemecatan terhadapnya, lantaran pendapat tersebut merupakan isi hati dan berkaitan dengan nurani sebagai dokter, yang menolak kedatangan dokter asing karena bisa mempengaruhi peluang berkarir tenaga medis lainnya.
"Karena rektor pimpinan saya dan ada perbedaan pendapat dan saya dinyatakan berbeda ya keputusan beliau, ya diterima. Tapi kalau saya menyuarakan hati nurani. Saya pikir kalau semua dokter ditanya apa rela ada dokter asing saya yakin jawabannya tidak," pungkas Prof. Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan