Suara.com - Setelah Batara Ageng ditetapkan sebagai tersangka usai menilap uang miliaran, publik bertanya-tanya siapa manajer Fuji sekarang.
Batara, mantan manajer Fuji telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Barat. Gara-gara perbuatannya menggelapkan Rp 1,3 miliar hasil endorsement Fuji dari sejumlah vendor, Batara terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Alasan Batara menggelapkan uang Fuji adalah lantaran dirinya hanya digaji Rp500 ribu per bulan. Dan melihat keuntungan sang influencer yang besar, ia pun tergoda untuk melakukan penggelapan.
Modus yang dilakukan Batara adalah dengan meminta brand atau pihak agensi yang bekerja sama dengan Fuji untuk mentransfer bayaran ke rekening pribadinya.
Padahal, menurut Fuji, mantan manajernya itu mendapat penghasilan sebesar 5-10 persen dari pendapatan sang influencer yang berasal dari kerja sama dengan brand. Sedangkan uang Rp500 ribu tersebut hanyalah uang transportasi.
Setelah bermasalah dengan Batara, siapa manajer Fuji sekarang?
Dilihat dari bio di Instagram, manajer Fuji sekarang bernama Fiena. Sang influencer mencantumkan nomor kontak ponsel dengan nama Fiena di bio media sosialnya.
Fuji juga pernah memperkenalkan manajernya itu melalui unggahan di akun Instagram @fuji_an pada 3 Desember 2022.
"Hai guys, ini manager baru aku Fiena. Untuk kerja sama atau bussines inquiries bisa menghubungi contact person yang ada di Bio aku ya," tulis Fuji pada akhir tahun 2022 lalu.
Manajer Fuji saat ini yang bernama Fiena ternyata sudah menjadi tim Fuji An sejak lama. Diketahui, Fiena bukanlah orang baru. Perempuan yang biasa dipanggil Pinear itu diketahui sebelumnya menjabat sebagai tim Fuji bagian endorsement.
Di akun Instagramnya @pineaar yang sudah memiliki puluhan ribu followers itu, Fiena kerap membagikan potret liburannya di luar negeri, yang diduga diambil ketika ia ikut menemani Fuji travelling.
Itu dia informasi mengenai sosok manajer Fuji sekarang yang bernama Fiena, pengganti Batara Ageng yang kini tengah menanti hukumannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi