Suara.com - Sama seperti produk kain, aksesoris atau item fashion sehari-hari juga tak lepas dari tren mass production yang dapat mencemari lingkungan.
Itu pula yang coba disampaikan oleh rumah mode asal Perancis, Domestique, yang turut tampil di pekan mode JF3 Fashion Festival 2024 beberapa waktu lalu.
"Terinspirasi oleh benda sehari-hari dan masyarakat konsumen, kami merancang aksesori yang inovatif, serbaguna, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, 100 persen dibuat di bengkel kami di jantung kota Paris," kata Bastien Beny, beberapa waktu lalu.
Kata Beny, setiap aksesoris kulit dan perhiasan dibuat dengan hati-hati dan dibuat sesuai pesanan. Domestique juga menjadi brand yang dirancang agar berkelanjutan dan menghormati lingkungan.
"Seluruh proses manufaktur memiliki jejak karbon yang rendah," tambah tim desainer rumah mode yang ada sejak 2016 tersebut.
Bukan hanya unik dan mengandalkan buatan tangan, aksesoris yang diproduksi juga diklaim memiliki standar sertifikasi produksi kulit yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.
Bastien Beny sendiri merupakan satu dari empat desainer Perancis yang tampil di panggung JF3 pada Minggu (28/7/2024). Selain Beny, ada pula Vincent Garnier, Guillaume Hiriart Carriat, Alice Rio Derrey.
Di tahun ke-20 ini, JF3 mengusung tema #20YearsContribution, yang menandai tonggak sejarah dua dekade kontribusi JF3 untuk industri mode Indonesia, baik dari segi inovasi, relasi, dan bisnis.
Festival mode ini digelar pada 18 hingga 28 Juli di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 26 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Summarecon Mall Serpong, Tangerang.
Baca Juga: Pendidikan Naura Ayu, Dipuji Profesional dan Bermental Kuat usai Jatuh saat Fashion Show
"Komitmen menjadi dasar utama JF3 dalam membangun dan mendorong kelangsungan JF3 selama dua dekade ini secara konsisten. Dua puluh tahun bukanlah waktu yang singkat, terutama untuk sebuah festival mode," ujar Chairman JF3 Soegianto Nagaria dalam Opening Ceremony JF3, Kamis (25/7).
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...
-
Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
-
Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?
-
KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar