Suara.com - Hardiansyah Gumay atau dikenal dengan nama panggung Hard Gumay kini berani membongkar masa depan karier hingga rumah tangga para artis. Lantas bagaimana sejarah Hard Gumay mempunya kemampuan meramal itu?
Kejadian apa yang membuat pemilik nama asli Bobby Firmansyah ini bisa memprediksi masa depan seseorang? Apakah kemampuan ini dia dapatkan baru-baru saja atau sudah sejak lama?
Sejak Kecil Bisa Melihat Makhluk Gaib
Sebenarnya kemampuam istimewa yang dimiliki Hard Gumay telah dirasakan sejak kecil. Pada usia kurang dari lima tahun, ia mengaku telah dapat melihat makhluk gaib di sekitarnya.
"Dari kecil, di rumah orang tua, di kampung, Palembang. Itu lihat genderuwo, kuntilanak, segala macam," ungkapnya dikutip dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Namun bukan hanya bakat dari lahir yang membuatnya kini bisa mengetahui kejadian di masa depan. Ada sebuah insiden yang akhirnya mengubah nasib Bobby Firmansyah.
Mata Tertusuk Panah
Kemudian pada usia sekitar 6 tahun Hard Gumay mengalami kecelakaan. Mata kirinya tertusuk panah besi hingga menembus ke belakang kepala.
"Umur 6 tahun, aku kecelakaan. Mata kiri aku ketancep panah besi hingga nembus ke belakang. Itu jam 6 magrib lagi main sama kakak kandungku," tutur Hard Gumay.
Menurut ceritanya, hal itu bisa terjadi lantaran ia sedang bermain panah dengan kakaknya. Sang kakak meminta untuk menangkap panah yang dilontarkan ke atas.
Namun sayang, panah tersebut tak berhasil ditangkap dengan sempurna oleh Hard Gumay kecil hingga melukai mata kirinya. Hebatnya, ia justru mencabut sendiri panah tersebut hingga membuat mata kirinya copot keluar sampai rusak.
"Karena pas ketancep panah itu aku cabut sendiri. Mata ini copot. Darah mengalir. Tetanggap rame. Orang tua lagi kerja. Tetangga langsung pakai motor vespa dibawa ke rumah sakit Mohammad Hoesin Palembang," ujar mantan anggota TNI ini.
Mati Suri
Begitu dilarikan ke rumah sakit, Hard Gumay sudah tidak sadarkan diri. Ia pun menyebut saat itu dirinya mengalami mati suri.
Ketika itu terjadi, ia mengalami perjalanan spiritual yang belum pernah dialami sebelumnya. Menurut ceritanya, ia seperti sudah di alam kubur meskipun begitu ia masih bisa melihat anggota keluarganya dari liang lahat.
Begitu sadar, ternyata ia masih berada di rumah sakit dan dokter mulai membuka perban di mata kirinya. Sejak saat itu, orang tuanya memutuskan untuk mengganti namanya.
Nama pertama yang adalah Bobby Firmansyah diubah menjadi Hardiansyah. Tujuan penggantian nama ini untuk membuang sial.
Akan tetapi, sejak kejadian itu justru membuat Hard Gumay menjadi lebih suka bermain dengan makhluk gaib ketimbang anak-anak lain.
Pengalaman ini membuatnya menjadi pribadi yang lebih pendiam, tertutup, introvert dan pasif.
Masuk Dunia Hiburan
Sebelum dikenal sebagai peramal yang memprediksi rumah tangga artis, Hard Gumay sempat mengalami beberapa keterpurukan. Salah satunya karena orang tuanya bercerai.
Selain itu, ia mengalami depresi berat ketika harus berhenti dari pekerjaan sebagai pramugara di maskapai penerbangan terkemuka Indonesia. Hard Gumay kemudian mencoba ikut casting dalam ajang pencarian bakat yang dipimpin oleh Helmy Yahya.
"Ditanya kemampuanku apa. Ada yang nyanyi, dancing, acting dll. Tapi aku memperlihatkan aku bisa memprediksi,"
"Aku ditantang saat itu sama salah satu eksekutif produser, untuk memprediksi siapa orang yang bakal lolos audisi. Aku sebutin nomornya 67,68,70,71,72," cerita Hard Gumay.
Ternyata benar, peserta dengan nomor tersebut memang lolos karena memenuhi kriteria dan penilaian juri. Panitia pun sebelumnya sudah menentukan bahwa orang-orang ini layak melaju ke babak berikutnya sampai grand final.
"Ditanya, 69 kenapa kelewat? Terus aku bilang 69 saya enggak tahu. Ternyata 69 itu nomor aku," ungkapnya.
Karena hal inilah, Hard Gumay sadar tidak bisa memprediksi dirinya sendiri. Itulah awalnya ia bisa masuk ke dunia hiburan tanah air.
"Mulai saat itu aku bilang berdoa ke tuhan, sekarang tuhan kasih aku di entertaint, sekarang aku mau buka semua apa yang aku punya, aku mau kasih lihat ke orang bahwa aku bisa ini (meramal)."
"Tuhan, kalau misalkan ini benar tolong diperkuat. Naikkan harkat martabat dan derajatku. Tapi kalau ini salah tolong stop aku. Kasih aku jalan yang lain," ujar Hard Gumay.
Berita Terkait
-
Disebut Tepat Prediksi Kabar Perceraian Andre Taulany, Hard Gumay Ramal Ada Artis Kecelakaan Hebat di Tahun 2024
-
Pangkat Terkini Hard Gumay yang Berprofesi Sebagai Anggota TNI dari Matra Udara
-
Prediksi Hard Gumay terhadap Kehidupan Andre Taulany Pasca Cerai: Nanti Ramai lagi...
-
Diramal Bakal Ada 'Sosok' Ini di Rumah Tangganya dengan Atta Halilintar, Aurel Hermansyah Dikasihani
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi