Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Mat, mengungkapkan bahwa kegiatan hari itu tak hanya sebatas mengejar rekor, tetapi juga bentuk komitmen untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Pemanfaatan eco enzyme pun diyakini bantu mengurangi timbunan sampah organik.
"Darurat sampah menjadi masalah serius di Yogyakarta. Melalui Festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa UNISA serius dalam mengatasi masalah lingkungan dan mewujudkan kampus hijau," tegas sang rektor.
4. Lodhong Sisa Dapur (Losida)
Tak hanya sivitas akademika, UNISA Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya lewat program pengabdian masyarakat bertajuk "Keluarga Lansia Sehat Fisik-Mental dan Berdaya (Klasikal-ya)" di Posyandu Lansia Aster, Bantul.
Selain screening kesehatan, acara ini fokus pada pengelolaan sampah organik rumah tangga. Peserta mendapatkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Losida alias Lodhong Sisa Dapur.
Losida termasuk solusi praktis dan ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah organik di rumah. Para lansia yang menjadi peserta diharapkan bisa memanfaatkan sampah organik menjadi kompos untuk meningkatkan kesuburan tanaman di sekitar rumah.
"Kami berharap dengan program ini, para lansia tidak hanya lebih sehat secara fisik dan mental, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga lingkungan," kata Dr. Wantonoro selaku ketua pengabdian masyarakat ini.
5. Optimalisasi media sosial
Peran UNISA Yogyakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan juga bisa dilihat dari unggahan media sosial. Kampus ini memang terkenal dengan konten-konten yang sukses mencuri atensi publik.
Baca Juga: Masalah Sanitasi Jangan Dianggap Remeh, Begini Cara Pemprov DKI Mengatasinya
Walau begitu, tidak cuma fokus pada konten viral, UNISA Yogyakarta pun aktif mengunggah dokumentasi beragam kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan. Kampus ini juga tak jarang membikin kampanye sederhana yang edukatif, misalnya pada peringatan Hari Bumi 2024.
"Bumi adalah milik bersama. Mari kita perlakukan dengan baik. Selamat Hari Bumi Sedunia," demikian bunyi caption pada unggahan akun Instagram @unisa_yogya pada 22 April 2024.
Berita Terkait
-
Peduli Lingkungan, Multi Bintang Gunakan Energi Terbarukan Hingga Tingkatkan Sirkularitas Sampah
-
Mobil Hybrid akan Mendapatkan Insentif dari Pemerintah? Ini Penjelasannya
-
Generasi Hijau: Anak-Anak Desa Pakis Beraksi Lindungi Lingkungan
-
5 Tips untuk Mulai Menerapkan Gaya Hidup Zero Waste
-
Penghargaan dari Menteri LHK Siti Nurbaya untuk Generasi Muda hingga Komunitas Lingkungan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?