Suara.com - Pertandingan sepak bola PON XXI antara Aceh dan Sulawesi Tenggara (Sulteng) beberapa waktu lalu menjadi bahan pembicaraan publik. Salah satu pemain Sulteng, Muhammad Rizki Saputra meninju wasit pertandingan, Eko Agus Sugiharto.
Usut punya usut, bogeman tersebut diberikan karena pemain Sulteng merasa tidak terima atas beberapa keputusan wasit Eko Agus selama pertandingan. Usai kejadian tersebut, Eko Agus langsung mendapatkan perawatan. Sementara itu, Rizki Saputra diusir dengan kartu merah.
Terlepas dari kejadian yang kemudian menjadi perhatian dunia tersebut, beberapa warganet ada yang justru penasaran dengan gaji wasit sepak bola di Indonesia. Apakah Anda salah satunya? Jika iya, simak informasi berikut.
Berapa gaji wasit sepak bola di Indonesia?
Jauh sebelum penyelenggaran PON XXXI, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI sempat mengumumkan bahwa wasit-wasit yang akan memimpin pertandingan BRI Liga 1 2023/2024 bisa mendapatkan gaji lebih dari menteri.
“Alhamdulillah, mereka rata-rata 17 kali meniup peluit dalam semusim. sekali tiup, nominalnya titik-titik, dalam sebulan, gajinya titik-titik,” kala itu Erick Thohir memang tidak menyebutkan angka yang spesifik.
Namun, jika merujuk pada Liga 1 2022/2023, kala itu seorang pengadil pertandingan bisa mengantongi Rp10 juta tiap kali bertugas. Sementara itu, hakim garis memiliki gaji Rp7,5 juta, wasit tambahan Rp 5 juta, begitu pula dengan wasit cadangan.
Itu artinya, jika seorang wasit bisa memimpin 17 laga, mereka bisa mendapatkan gaji hingga Rp170 juta setiap musimnya. Jika semusim memakan waktu 11 bulan, maka setiap wasit seharusnya menerima bayaran sekitar Rp15,4 juta per bulan. Itu adalah gaji wasit Liga 1 di tahun 2022/2023. Artinya, bayaran di tahun 2023/2024 bisa lebih besar.
“Lebih tinggi gajinya dari menteri. Menteri Rp19 juta, mereka bisa Rp20 juta. Alhamdulillah, itu lebih tinggi. Selevel menteri mereka,” ujar Erick Thohir menambahkan.
Baca Juga: Beda Nasib Saaih Halilintar dan Putri Irfan Hakim di PON 2024
Kabar terbaru pemukulan wasit sepak bola PON
Merujuk pada kejadian di lapangan, Erick Thohir menyebut bahwa timnya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut demi memberikan hukuman setimpal.
“Pastinya akan dilakukan investigasi mendalam. Indikasi pertandingan yang tidak fair menjadi materi serius yang ditelaah. Pun halnya reaksi pemain yang dipastikan berubah sanksi yang berat,” ujarnya.
Bahkan, Eko Agus Sugih terancam mendapatkan sanksi larangan untuk beraktivitas di sepak bola seumur hidup.
Demi mencegah insiden serupa, PSSI akan mengirim wasit Liga 1 dan 2 untuk memimpin pertandingan di Aceh.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Menpora Bersama PSSI Pastikan Bentuk Timsus untuk Investigasi Kasus Wasit Eko di PON Aceh-Sumut
-
Beda Nasib Saaih Halilintar dan Putri Irfan Hakim di PON 2024
-
Viral Makanan Ringan di PON Aceh-Sumut Cuman Roti dan Santan Kemasan, Menpora: Itu Hoaks, Becandaan Oknum!
-
PON 2024 'Gagal?' Deretan Kejanggalan di Aceh-Sumut Bikin Publik Geram
-
Rizky Saputra Hantam Wasit PON 2024, Media Asing: Pertandingan Gila
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup