Suara.com - Sebuah badan yang berada di bawah naungan PBB, ECOSOC mendadak banyak diperbincangkan di lini masa usai Universal Institut of Professional Management (UIPM) alias kampus yang memberikan gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) kepada Raffi Ahmad menyebut bahwa pihaknya telah bekerja sama dengannya.
UIPM mengklaim bahwa pihaknya telah menerima kepercayaan dari Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN ECOSOC) sebagai lembaga berstatus Special Consultative dan Academic Type.
"Kebetulan UIPM Indonesia diberi mandat oleh PBB (United Nations ECOSO) untuk memantau (Observer, Monitoring dan Reporter)," tulis pihak UIPM dalam surat edaran mereka.
"UIPM diatur secara global, melayani mahasiswa dari seluruh dunia dan berafiliasi dengan UN ECOSOC berstatus Special Consultative," imbuhnya.
Lantas, apa sebenarnya ECOSOC itu sendiri? Apakah benar bahwa salah satu badan PBB ini bekerja sama dengan kampus yang memberi gelar pada Raffi Ahmad? Berikut ulasannya.
Apa itu ECOSOC?
Economic and Social Council (ECOSOC) atau Dewan Ekonomi dan Sosial adalah salah satu dari enam badan utama PBB yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan bidang ekonomi dan sosial, terutama yang terkait dengan ruang lingkup kerja 15 Badan-Badan Khusus, delapan Komisi Fungsional, dan lima komisi regional di bawah kewenangannya.
Melalui pemberitaan Kementerian Luar Negeri, Indonesia baru berhasil terpilih menjadi anggota ECOSOC pada tahun 2021 lalu. Dalam pemberitaan tersebut tertulis bahwa bergabungnya Indonesia dengan ECOSOC memiliki tiga arti penting seperti berikut.
- Mendorong upaya pemulihan ekonomi dan sosial pasca pandemi Covid-19.
- Refleksi kepemimpinan global Indonesia dalam mendorong akselerasi pencapaian SGDs
- Pemajuan program prioritas nasional yang sejalan dengan SDGs sekaligus berkontribusi dalam transformasi ekonomi.
Di dalamnya, tidak disebutkan bahwa ECOSOC akan menjamah pendidikan di Indonesia, terlebih UIPM.
Baca Juga: Bisnis Kuliner Raffi Ahmad dan Kaesang Dikabarkan Sepi, Begini Kata Pihak RANS Nusantara Hebat
Selain itu, perlu Anda ingat bahwa status Special Consultative sebenarnya tidak berarti bahwa lembaga tersebut (dalam hal ini UIPM) terafiliasi langsung menjadi bagian dari PBB.
Meski begitu, lembaga yang tergabung memiliki hak untuk memberikan kontribusi dalam forum-forum PBB sesuai bidang keahliannya.
Dalam hal ini, UIPM seharusnya bisa memberikan kontribusi konsultatif dalam area yang relevan dengan tujuan global, khususnya terkait peningkatan kapasitas pendidikan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polda Jatim Petakan Kerawanan Telaga Sarangan, Parkir hingga Bekas Longsor Jadi Perhatian
-
Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo
-
MPV Listrik Maxus Mifa 7 Melantai di GIIAS 2026 Tawarkan Jarak Tempuh 570 Kilometer
-
Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan
-
Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar
-
274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah
-
Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan
-
Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian
-
Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026