Suara.com - Pernikahan Gus Zizan dengan influencer Kamila Asy Syifa tak henti menjadi buah bibir. Pasalnya keduanya dianggap melanggengkan praktik pernikahan dini karena Gus Zizan masih berusia 19 tahun, sedangkan Kamila masih berumur 17 tahun.
Untuk diketahui, pemerintah telah mengatur batas minimal usia pengantin adalah 19 tahun. Batas minimal ini berlaku baik untuk pengantin perempuan maupun laki-laki, sebagaimana tercantum di Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.
"Dalam hal ini, batas minimal umur perkawinan bagi wanita dipersamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi pria, yaitu 19 (sembilan belas) tahun," demikianlah bunyi peraturannya.
Tak heran jika pernikahan Gus Zizan dan Kamila menuai pro-kontra yang berujung membuat pola asuh ibunda Kamila, Alia Suryani, ikut menjadi sorotan.
Namun influencer yang aktif di akun Instagram @/bunda_aliyya itu malah merespons dengan cukup pedas hingga membuatnya semakin dikritik, terutama di linimasa platform X.
"Salah satu tanda kalian bagian adri SDM rendahan adalah kalian sibuk mempersoalkan hal receh yang tidak mempengaruh kehidupan kalian," tulis Alia di Instagram Story-nya dan kembali diviralkan oleh akun X @/tanyarlfes.
"Saking miskinnya ilmu di kepala kalian, sehingga kalian harus menjadikan pernikahan orang sebagai topik pembahasan kalian di tongkrongan hingga sosial media?" sambungnya.
Tak hanya itu, Alia juga diduga membandingkan pernikahan anaknya yang kontroversial itu dengan pernikahan sejumlah tokoh besar di masa lampau, termasuk kisah cinta Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidah Aisyah.
"Sayyidah Aisyah menikah dengan Baginda Nabi di usia yang belum genap 10 tahun, Cut Nyak Dien menikah di usia 12 tahun, Siti Oetari (Putri HOS Cokroaminoto) menikah di usia 16 tahun," tutur Alia.
Baca Juga: Profil Bunda Aliyya, Ibu Kamila Asy-Syifa Izinkan Anaknya Nikah Muda dengan Gus Zizan
Unggahan ini membuat Alia semakin menjadi bulan-bulanan warganet, termasuk disoroti soal latar belakang pendidikannya. Apalagi karena Alia mencantumkan tulisan "Psychology Graduate" di bio Instagram-nya.
Riwayat Pendidikan Alia Suryani
Wanita asal Jambi kelahiran 1 November 1977 ini diriwayatkan pernah bersekolah di SDN 43 Pasir Putih, SMPN 7 Jambi, lalu ke SMAN 1 Jambi.
Setelahnya Alia disebut memilih merantau ke Bandung, Jawa Barat dan mengambil pendidikan Psikologi di Universitas Islam Bandung. Selain itu, Alia juga disebut melanjutkan studinya ke jurusan yang sama di Universitas Indonesia.
Namun saat dilakukan pemeriksaan silang ke situs PDDikti, tak tersedia cukup informasi mengenai pendidikan Alia. Bila benar Alia menempuh pendidikan lanjut terkait Psikologi di UI, maka kemungkinan Alia mengambil jenjang pascasarjana di bidang Psikologi Profesi tetapi dinyatakan mengundurkan diri pada tahun ajaran 2014/2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar
-
PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme