Suara.com - Beberapa waktu lalu, Zulkifli Hasan, selaku Menteri Perdagangan Republik Indonesia telah menghancurkan sekitar 415 ribu kosmetik atau senilai Rp11,4 miliar yang beredar tanpa izin edar BPOM.
Tak hanya merugikan perusahaan kosmetik lain yang sudah mengurus izin edar BPOM, kosmetik ilegal tersebut juga menimbulkan bahaya bagi yang menggunakannya.
"Hasil pengawasan yang kami laporkan hari ini hubungannya dengan kosmetik impor dan tindak lanjut produk peredaran tidak hanya berisiko pada masyarakat menimbulkan ketidakadilan pada pelaku usaha lokal," ujar Prof Taruna Ikrar selaku kepala BPOM RI.
Pihak BPOM yang menjelaskan bahwa kebanyakan produk tanpa izin edar tersebut kebanyakan berasal dari China dan Thailand.
Bahaya Pakai Skincare tanpa Izin Edar BPOM
Meski relatif lebih murah, jangan sampai Anda tergiur mencoba skincare tanpa izin BPOM. Sebab, bahan-bahan berbahaya dalam produk make up yang sudah dilarang oleh BPOM bisa menyebabkan efek buruk berkepanjangan.
Awalnya, Anda mungkin hanya merasakan iritasi, alergi, atau munculnya bintik-bintik. Akan tetapi, bahan berbahaya dalam kosmetik bisa menimbulkan dampak buruk jangka panjang berupa kerusakan otak, ginjal, hingga gangguan pada janin apabila digunakan oleh ibu hamil.
Sebagai contoh, penggunaan Rhodamin B yang kerap ditemukan pada produk lipstik ilegal bisa menyebabkan kerusakan hati dan meningkatkan risiko kanker.
Sementara itu, pemakaian merkuri dalam jangka panjang dalam produk kosmetik bisa meningkatkan risiko kerusakan sistem pencernaan, ginjal, hingga saraf karena sifatnya yang korosif.
Baca Juga: Gara-Gara Pondcast Edukasi Skincare, dr Richard Lee Dipanggil BPOM
Fungsi BPOM di sini adalah menentukan apakah produk kosmetik yang akan dijual sudah memenuhi standar keamanan, salah satunya adalah dari kandungan yang dimiliki. Oleh karena itulah, produk skincare atau kosmetik tanpa izin edar BPOM berisiko menimbulkan bahaya bagi diri Anda.
Daftar Merk Kosmetik Impor yang Berbahaya
BPOM telah menyita dan menghancurkan lebih dari 415 ribu kosmetik ilegal. Sejauh ini, belum ada rilis resmi tentang merk-merk yang disita saking banyaknya.
Akan tetapi, Taruna Ikrar menyebut bahwa sebagian besar adalah merk dari luar negeri yang diperkirakan masuk melalui perbatasan Indonesia.
"Sebagian besar produk dari China, Filipina, Thailand, Malaysia. Merek Ilegal di antaranya adalah Lamelia, Brilliant, Bare, Meta, kenapa kami sebutkan supaya masyarakat tahu ini belum teregister di BPOM," ujar Taruna Ikrar
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI
-
Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat
-
Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial
-
Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z
-
Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026
-
31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan
-
Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan
-
Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini