Suara.com - Dalam Islam, ada beberapa puasa sunnah yang bisa dikerjakan umat Muslim pada bulan Oktober 2024. Salah satunya puasa ayyamul bidh. Lantas apa bacaan niat puasa ayyamup bidh Oktober 2024? Simak berikut ini ulasannya.
Diketahui bahwa puasa ayyamul bidh ini merupakan puasa sunnah yang dikerjakan oleh umat Muslim pada setiap pertengahan bulan dalam kalender hijriah, tepatnya pada tangga 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Untuk melaksanakan puasa ayyamul bidh pun harus membaca niat terlebih dulu. Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini bacaan niat puasa ayyamup bidh Oktober 2024 lengkap dengan jadwal, hukum, tata cara, dan boleh atau tidak gabung Qadha Ramadhan.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2024
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, bulan Oktober 2024 bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir 1446 H. Adapun awal tanggal bulan Rabiul Akhir 1446 H yakni bertepatan dengan tanggal 4 Oktober 2024.
Seperti yang telah disebutkan di atas, puasa ayyamul bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14 dan 15 Oktober bulan Hijriah. Itu artinya, rincian jadwal puasa Ayyamul Bidh Oktober 2024 yakni sebagai berikut:
- Tanggal 13 Rabiul Akhir 1446 H bertepatan dengan hari Rabu, 16 Oktober 2024
- Tanggal 14 Rabiul Akhir 1446 H bertepatan dengan hari Kamis, 17 Oktober 2024
- Tanggal 15 Rabiul Akhir 1446 H bertepatang dengan hari Jumat, 18 Oktober 2024
Hukum Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh ini hukumnya sunnah. Anjuran puasa ayyamul bidh ini tercantum dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Dawud berikut ini:
وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)
Artinya: "Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata: 'Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15'." (HR Abu Dawud).
Bacaan Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum melaksanakan puasa ayyamul bidh, maka harus membaca niatnya terlebih dulu. Adapun bacaan niatnya seperti berikut ini lengkap dengan tulisan arab, latin dan artinya.
Baca Juga: 3 Bacaan Latin Sholawat untuk Ibu Hamil Beserta Artinya
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidl lilahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'al."
Untuk tata cara puasa Ayyamul bidh ini sama seperti puasa pada umumnya. Adapun tata caranya seperti berikut ini:
- Membaca Niat puasa ayyamul bidh
- Dilaksanakan dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau azan maghrib berkumandang.
- Selama puasa dilarang untuk makan dan minum
- Harus menahan hawa nafsu atau hal-hal yang membatal puasa
Bolehkah Menggabung Puasa Ayyamul Bidh dan Qadha Ramadhan
Terdapat perbedaan pendapat terkait hukum menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa qadha. Untuk memahaminya, simak penjelasannya untuk setiap pendapat yang dikutip dari situs Nahdlatul Ulama Jabar dan Jatim.
- Pendapat yang Membolehkan
Hukum menggabungkan puasa ayyamul bidh dan puasa qadha ramadhan ini ada perbedaan pendapat dari para ulama. Untuk pendapat yang membolehkan ada dalam kitab I'anatut Thalibin milik Sayyid Bakri.
Adapun dalam kitab tersebut menyatakan bahwa menunaikan puasa pada hari-hari yang dianjurkan untuk puasa maka akan dapat keutamaan puasa sunnah di hari tersebut, walaupun niatnya untuk qadha Ramadhan atau puasa nazar.
“Di dalam Al-Kurdi terdapat nash yang tertulis pada Asnal Mathalib dan sejenisnya yaitu Al-Khatib as-Syarbini, Syekh Sulaiman al-Jamal, Syekh ar-Ramli bahwa puasa sunnah pada hari-hari yang sangat dianjurkan untuk puasa memang dimaksudkan untuk hari-hari tersebut. Tetapi orang yang berpuasa dengan niat lain pada hari-hari tersebut, maka dapatlah baginya keutamaan... Ia menambahkan dalam kitab Al-I'ab. Dari sana, Al-Barizi berfatwa bahwa seandainya seseorang berpuasa pada hari tersebut dengan niat qadha atau sejenisnya, maka dapatlah keduanya, baik ia meniatkan keduanya atau tidak.” (Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, I'anatut Thalibin, juz II, halaman: 224).
Namun jika punya hutang puasa Ramadhan, maka sebaiknya mengutamakan bayar puasa hutang (qadha) Ramadhan dulu. Jika puasa qadha Ramadhan sudah tuntas, selanjutnya bisa mengamalkan sunnah puasa ayyamul bidh.
- Pendapat yang Tak Membolehkan
Menggabungkan puasa qadha Ramadhan dan puasa sunnah seperti puasa ayyamul bidh ini ada ulama yang berpendapat hukumnya tidak boleh. Hal ini dikarenakan jika masih ada puasa hutang Ramdhan makan harus bayar hutang puasa Ramadhan lebih dulu.
Ada ulama yang berpendapat, puasa qadha Ramadhan saat ayyamul bidh ini tidak akan memperoleh keutamaan puasa sunnah pada bulan tersebut. Meski puasa sunnah pada bulan tersebut, namun Ia tak akan dapat pahala puasa sunnnah jika belum bayar puasa hutang Ramadhan.
Demikian ulasan mengenai niat puasa ayyamup bidh Oktober 2024 lengkap dengan jadwal, hukum, tata cara, dan boleh atau tidak gabung dengan puasa Qadha Ramadhan. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
4 Rekomendasi Skincare Viva Cosmetics Penghilang Dark Spot, Harga Murah Meriah
-
Arab Saudi Puasa Tanggal Berapa? Indonesia Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026
-
Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026? Muhammadiyah dan Pemerintah Resmi Beda Waktu Mulai
-
7 Pilihan Sepeda Lipat Rp500 Ribuan yang Bisa Masuk KRL, Murah Rangka Kuat
-
3 Doa Buka Puasa Ramadan Shahih, Kapan Waktu Mustajab Membacanya?
-
Rekomendasi Menu Sahur Kenyang dan Sehat dari Dokter Tirta, Biar Gak Cepat Lapar!
-
Air Wudhu Tidak Sengaja Tertelan saat Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
5 Pilihan Merek Kurma Tanpa Gula Tambahan: Manis Alami dan Lebih Sehat
-
Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!
-
The Art of Manifesting: Kenapa Gen Z Butuh Self-Care?