Suara.com - Sandra Dewi menyampaikan berbagai pernyataan menarik dalam sidang terbaru kasus dugaan korupsi timah dengan Harvey Moeis sebagai tersangka. Salah satunya pernyataan Sandra Dewi soal nafkah sang suami.
Kepada hakim, Sandra Dewi mengaku tak pernah menerima nafkah dari Harvey Moeis selama menikah. Ia biasanya memakai penghasilannya sendiri untuk membeli berbagai kebutuhan pribadi.
Sandra Dewi menyebutkan kalau suaminya hanya memberi uang untuk kebutuhan rumah tangga, seperti biaya listrik dan lain sebagainya. Itu pun dikirimkan kepada asisten pribadi Sandra Dewi.
Sebagai perempuan mandiri yang selama ini bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri, Sandra Dewi merasa tidak peru meminta nafkah suami hanya untuk membeli keperluan pribadi.
"Betul Yang Mulia (kewajiban suami adalah memberikan nafkah), tapi saya tidak mau karena saya punya penghasilan yang cukup," tutur Sandra Dewi saat sidang, seperti dilansir pada Senin (14/10/2024).
"Jadi, saya lebih senang saya wanita yang mandiri Yang Mulia. Saya tidak pernah minta uang ke orang tua saya sejak saya datang ke Jakarta. Kenapa saya harus meminta uang kepada suami saya," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, terungkap beberapa sumber penghasilan Sandra Dewi selama ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kartika Dewi selaku adik dari Sandra Dewi.
Ternyata artis kelahiran 1983 itu bisa menghasilkan miliaran hanya dari satu pekerjaan, yakni sebagai brand ambassador. Tak main-main, bayaran Sandra Dewi untuk pekerjaan ini berkisar antara Rp500 juta hingga Rp5 miliar.
"Sandra Dewi penghasilannya paling besar dari brand ambassador, sekitar 70 persen," jelas Kartika Dewi. "Paling besar untuk brand ambassador, kisaran miliaran untuk satu tahun kontrak. Tapi tidak menentu. Kisarannya sekitar Rp500 juta sampai Rp5 miliar, tergantung periode."
Baca Juga: Menohok, Psikolog Lita Gading Sebut Sandra Dewi Cari Simpati Bahas Anak di Sidang Kasus Suami
Selain menjadi brand ambassador, Sandra Dewi juga mendapatkan penghasilan dari endorsement di media sosial. Ia mengaku sering digaet oleh toko-toko barang branded untuk mempromosikan tas dari berbagai rumah mode kelas dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut