Buntut hal tersebut, muncul petisi untuk memboikot Ali. Warganet menyebut, konten yang dibuat Ali Hamza dinilai menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian.
Dalam deskripsi petisi, Ali Hamza dituduh seringkali menggunakan tameng agama untuk menyebarkan kebencian, adu domba, dan fitnah. Adapun konten terakhir yang dalam petisi adalah Ali Hamza dituduh menyalahkan penggemar musik Korea (Kpop), atas terjadinya penyalahgunaan azan lewat musik azan remix di salah satu stasiun TV Korea Selatan.
Konflik dengan Tiktokers lain
Tak hanya soal kontennya yang kerap menyindir orang lain, Ali juga sempat berkonflik dengan dua Tiktokers lain, yaitu Sania Leonardo dan Kadam Sidik.
Hal ini bermula dari pernyataan Ali yang tidak menyukai Kadam lantaran dianggap terlalu berpihak soal pilihan saat pemilu, sedangkan Sania sempat disindir Ali lantaran dianggap mempermainkan soal penyakit mental.
Ali pun menuai banyak hujatan karena dianggap mencari panggung dan sengaja menyindir Tiktokers yang sudah memiliki banyak followers demi mendapat perhatian warganet.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Profil Ali Hamza: TikToker Serang Najwa Shihab, Ternyata Buzzer Demonisasi Rohingya
-
Kronologi Serangan Warga TikTok ke Najwa Shihab, Pembunuhan Karakter?
-
Anies Baswedan Sindir Pembakar Buku Najwa Shihab: Gagasan Tak Dapat Dibakar
-
Siapa Ali Hamza? TikToker yang Hina Najwa Shihab Ternyata Dulu Diboikot
-
Najwa Shihab Alami Pelecehan hingga Pembunuhan Karakter di TikTok, Buntut Celetukan ke Jokowi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun