Suara.com - Tinggal menghitung hari menuju Pemilihan Kapala Daerah atau Pilkada serentak. Tentu saja setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih pemimpinnya. Namun, hak pilih ini akan menjadi sia-sia jika tidak disertai dengan pemahaman yang mendalam tentang politik. Itu sebabnya, diperlukan literasi politik agar setiap individu dapat menjadi pemilih yang rasional dan bertanggung jawab.
Mengapa literasi politik penting? Dengan literasi politik yang memadai, kita dapat menganalisis informasi dari berbagai sumber, membedakan fakta dari hoaks, dan membuat keputusan yang rasional saat memilih pemimpin.
Selain itu, literasi politik yang tinggi juga akan mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan politik, seperti mengikuti pemilihan, menyampaikan aspirasi, dan mengawasi kinerja pemerintah. Masyarakat yang memiliki literasi politik yang baik akan lebih sulit dimanipulasi oleh propaganda atau informasi yang menyesatkan.
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) daerah Jakarta baru saja menggelar Forum Bersama ICMI Se-Jakarta dan membentuk Gerakan Pemilih Cerdas di Gedung Pertemuan Sasana Pakarti, Pancoran, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Menurut Resha Yogaswara selaku Ketua Gerakan Pemilih Cerdas serta Ketua ICMI Orda Jakarta Selatan, pihaknya berusaha untuk meningkatkan literasi politik agar semua orang bisa menjadi pemilih yang rasional, tahu yang dipilih itu seperti apa, dan bukan hanya karena pragmatis semata.
"Kami ingin literasi ini dikalahkan dengan cara yang tidak cendikiawan. Oleh karena itu dibagun gerakan pemilihan cerdas. Tujuannya untuk upaya peningkatan 5 K; Kualitas Pikir, Kualitas Kerja, Kualitas Karya, Kualitas Hidup, Kualitas Iman dan Taqwa,” ujarnya.
Literasi politik menjadi penting mengingat Pilkada tahun ini cukup menarik jika berkaca pada komposisi pemilih. Pada Pemilu di Februari 2024 lalu, pemilih didominasi oleh Gen Z dan Millennial. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66,8 juta pemilih dari Generasi Milenial. Selain itu, pemilih dari Gen Z juga mendominasi sebanyak 46,8 juta pemilih.
Melihat penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 yang semakin dekat, Gen Z kian mengekspresikan dan mengunggah antusiasmenya sebagai wujud kontribusi positif dalam menentukan pilihannya. Untuk itulah acara diskusi ini merasa perlu dilakukan dan diinisiasi oleh ICMI orda Jakarta sebagai sebuah organisasi cendekiawan terutama menyoroti dinamika yang ada di Jakarta.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung itu, Ketua ICMI Orda Jakarta Barat, Muhammad Fandy Wirawan, berbicara mengenai ketimpangan sosial di Jakarta. Menurutnya, salah satu point penting adalah ketimpangan antara si kaya dan si miskin.
Baca Juga: Ribuan Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priok Tak Dukung RK-Suswono, Ini Alasannya
Sebagai salah satu calon orang nomor satu di Jakarta, Pramono menyinggung pentingnya menggratiskan pendidikan SD dan SMP sampai 15 tahun agar generasi muda bisa mendapatkan standar pendidikan layak. Dan tentu saja diperlukan ruang-ruang diskusi yang memadai bagi para calon kepala daerah, yang salah satunya digagas oleh ICMI Orda Seluruh Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Ciri-ciri Lipstik yang Wudhu Friendly dan Cocok Dipakai untuk Tarawih
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi di Indomaret yang Bisa Mencerahkan Badan, Harga Murah
-
9 Menu Buka Puasa Tanpa Nasi untuk yang Sedang Diet
-
5 Pasta Gigi Terbaik untuk Gigi Kuning, Bikin Senyum Lebih Cerah dan Percaya Diri
-
Cara Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Lewat Tol, Lengkap Jadwal dan Rutenya
-
Kurang Berapa Jam Lagi Buka Puasa Jogja Hari Ini 21 Februari 2026? Simak Cara Berbuka yang Sehat
-
5 Bedak Wudhu Friendly Tahan hingga 10 Jam untuk Kulit Halus dan Bebas Kilap
-
Jadwal Ngaji Online Bareng Kiai PBNU Selama Ramadan 2026: Ada Gus Mus hingga KH Afifuddin Muhajir
-
5 Merek Kurma Premium Sekelas Kurma Sukari, Nikmat dan Kaya Serat
-
13 Link Mudik Gratis Lebaran 2026 Beserta Jadwal dan Cara Daftarnya