Suara.com - Reza Artamevia kembali berurusan dengan masalah hukum. Setelah sempat terjerat kasus narkoba, ibunda Aaliyah Massaid itu sekarang dilaporkan karena dugaan penipuan berlian senilai miliaran Rupiah.
"Hari ini kami menerima laporan dari Saudari IM tentang dugaan penipuan atau penggelapan juncto turut serta dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU), terlapornya Saudari RA dan Saudari RD," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Menurut IM, Reza dan RD mengajak korban untuk berbisnis berlian dengan menjanjikan keuntungan. IM lalu menyerahkan uang secara bertahap kepada Reza dan RD sampai senilai Rp18,5 miliar dengan balasannya jaminan berupa 9 buah berlian.
"Kemudian Terlapor menjanjikan akan mengembalikan uang korban berikut keuntungannya senilai Rp21 miliar. Setelah jaminan 9 buah berlian ini diterima korban, korban mengecek ke lab dan ternyata hasilnya synthetic diamond," imbuhnya.
Menurut polisi, Reza dan RD sudah sempat disomasi serta dituntut untuk mengembalikan uangnya, tetapi tidak digubris. Akhirnya IM membuat laporan kepolisian.
Reza sendiri sudah mengklarifikasi, baik dengan mendatangi kepolisian maupun menjelaskan di depan awak media. Mertua Thariq Halilintar itu malah merasa menjadi korban ketimbang pelaku sebagaimana narasi yang berkembang.
Apakah Synthetic Diamond Adalah Berlian Palsu?
Laporan ini membuat publik penasaran akan definisi "synthetic diamond" yang bisa diartikan sebagai berlian sintetis. Namun lembaga standarisasi berlian GIA menegaskan bahwa synthetic diamond bukan berlian palsu, walau memang berbeda dari berlian alami.
Synthetic diamond adalah berlian dengan kualitas yang tidak kalah baik dari berlian alami. Berlian sintetis diproduksi untuk tujuan industri sejak tahun 1950-an dan terus berkembang sampai sekarang.
Baca Juga: Berlian Sintetis Terbuat dari Apa? Diklaim Jadi Modus Reza Artamevia Tipu Rekan Bisnis Rp18 M
Berbeda dari berlian alami yang dibentuk selama jutaan hingga miliaran tahun, berlian sintetis dapat diproduksi dalam hitungan hari atau minggu di laboratorium.
Terdapat beberapa proses seperti High Pressure, High Temperature (HPHT) alias memakai tekanan dan suhu yang sangat tinggi, maupun dengan metode Chemical Vapor Deposition (CVD).
Berlian sintetis umumnya memiliki sifat fisik dan visual yang mirip dengan berlian alami tetapi memiliki harga yang lebih murah sehingga tetap banyak digunakan untuk perhiasan. Namun diperlukan metode khusus di laboratorium untuk memeriksa apakah berliannya adalah alami atau sintetis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Ini Dia Sensasi Baru RicheeseGPT: Ayam Goreng dengan Keju Parmesan Melimpah Tanpa Pedas Menyengat!
-
Terpopuler: 50 Kartu Ucapan Imlek, Parfum Halal untuk Salat Tarawih
-
6 Shio Paling Hoki dan Cuan Jelang Imlek, Ada Macan hingga Ayam
-
Ramalan Keuangan Zodiak 16 Februari 2026: Gemini hingga Leo Panen Rezeki
-
Biar Cerah, Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Blush On Warna Apa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Sunscreen yang Bagus untuk Kulit Berjerawat Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi dengan Zinc Oxide
-
Sepeda Kalcer Federal Masih Produksi? Ini 3 Alternatif Sepeda Retro Klasik Paling Keren
-
Ramalan Shio Besok 16 Februari 2026, Siapa Paling Hoki Jelang Imlek?
-
Foundation Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai dari Rp6 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepeda Lipat yang Diizinkan Masuk Gerbong KRL, Harga Mulai Rp800 Ribuan