Suara.com - Hari pemungutan suara Pilkada 2024 telah dilaksanakan pada 27 November 2024. Banten dan Jawa Barat termasuk dalam salah satu provinsi yang disorot.
Berdasarkan hasil hitung cepat atau quickcount, pasangan calon (paslon) Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan unggul di Pilgub Jawa Barat (Jabar). Data milik Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Dedi-Erwan unggul dengan raihan suara sebanyak 61,85 persen.
Pilgub Banten, paslon Andra Soni-Dimyati Natakusumah menduduki terbanyak dengan raihan 55,21 persen versi LSI Denny JA.
Keunggulan kedua paslon yang sama-sama politikus Partai Gerindra menarik perhatian publik. Serba-serbi mengenai keduanya banyak dicari, salah satunya mengenai harta kekayaannya.
Harta Kekayaan Andra Soni
Pria kelahiran 12 Agustus 1976 ini sudah lama malang melintang di dunia politik. Politikus Partai Gerindra itu pernah menjabat sebagai anggota DPRD Banten periode 2014-2019.
Pada pileg 2019, dia kembali maju sebagai Caleg dan terpilih. Di periode keduanya itu, Andra Soni diangkat sebagai Ketua DPRD Banten.
Berdasarkan laporan LHKPN KPK pada Desember 2023, Andra Soni tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp2.599.650.000.
Harta tersebut terdiri dari 2 petak tanah dan bangunan di Tangerang. Kemudian sepetak tanah dan bangunan di Serang, dua bidang tanah di Tangerang, serta sebuah tanah di Lebak. Semuanya hasil sendiri dengan total aset Rp2.899.650.000.
Andra Soni juga mempunyai sebuah Honda Brio RS SVT tahun 2017 hasil sendiri dengan harga ditaksir Rp105.000.000. Lalu kas dan setara kas Rp95 juta. Dia juga tercatat memiliki utang senilai Rp500 juta.
Harta Kekayaan Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi merupakan politikus kawakan asal Jawa Barat. Dia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Purwakarta periode 1999-2004, Wakil Bupati Purwakarta periode 2003-2008, Bupati Purwakarta periode 2008-2013 dan 2013-2018, serta anggota DPR RI pada 2019-2024.
Berdasarkan laporan LHKPN KPK pada 16 Agustus 2024, Dedi Mulyadi memiliki total kekayaan Rp12.851.243.199. Dia memiliki sejumlah petak tanah di Purwakarta dan Subang. Kemudian tanah dan bangunan di PUrwakarta dan Subang. Keseluruhan aset ini mencapai Rp7.368.000.000.
Politikus Partai Gerindra itu juga memiliki sepeda motor Honda Tahun 2003 dengan taksiran harga Rp24.000.000, motor Triumph Scrambler 1.200 XE Tahun 2019 senilai Rp440.000.000, dan Vespa Sei Giorni Limited Edition Tahun 2020 bernilai Rp170.000.000.
Dia juga mempunyai mobil Lexus LX 600 Tahun 2022 dengan nilai Rp3.900.000.000, Mercedes Benz Sedan/E 300 Coupe Tahun 2018 senilai Rp1.500.000.000, dan Lexus Micro/Minibus Tahun 2023 bernilai Rp1.950.000.000. Lalu sepeda angin Polygon Collus T8 Tahun 2017 Rp20.000.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?