Suara.com - Acara ulang tahun megah Holly Natasha tengah menuai perbincangan publik. Sebab tidak hanya mewah dna megah, Holly yang baru menginjak usia 17 tahun itu juga mendapat hadiah saham 8 perusahaan besar Tanah Air.
Hal ini terungkap lewat unggahan akun Instagram crazy rich, Hermanto Tanoko. Usut punya usut, Holly merupakan cucu pertama dari sang taipan asal Jawa Timur.
"Ternyata ada 8 saham di sini, 500 ribu shares of CLEO," kata Daniel Mananta yang didapuk menjadi pembawa acara di momen ulang tahun tersebut, dikutip pada Kamis (12/12/2024).
Kemudian ada pula saham dari perusahaan-perusahaan lain, seperti cat Avian, perusahaan pengembang Tanrise Property, supermarket bangunan Depo Bangunan, lini busana Manzone, produk kerammik Kaisar Tiles, perusahaan baja ringan Blesscon, serta distributor obat-obatan dan alat kesehatan Penta Valent.
Bahkan Hermanto menjanjikan Holly bisa menerima dividen saham-saham tersebut secara rutin, apalagi karena perusahaannya menunjukkan pertumbuhan positif.
Mendapatkan hadiah yang sangat fantastis tentu membuat sosok Holly Natasha menyita atensi. Lantas seperti apa profilnya?
Sosok Holly Natasha
Holly Natasha merupakan cucu pertama konglomerat Hermanto Tanoko, putra dari Soetikno Tanoko yang mendirikan perusahaan cat legendaris Avian.
Kini Hermanto menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan tersebut. Di sisi lain, Hermanto juga membangun sendiri kerajaan bisnisnya, Tancorp, yang merambah berbagai bidang.
Baca Juga: Djarum Grup Borong Saham Bakmi GM 85 Persen Senilai Rp2,4 Triliun
Melansir situs Forbes, Hermanto dan kakaknya, Wijono Tanoko, duduk di posisi ke-20 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan bersih senilai USD 3,3 miliar atau sekitar Rp52,64 triliun.
Tak heran bila darah bisnis mengalir pada sosok Holly, yang sejak usia 16 tahun sudah mendirikan usaha photo booth Haru Studio di Surabaya, Jawa Timur.
Selain itu, Holly juga diriwayatkan pernah menjadi Project Manager Internship di Tribelio (2021-2022), Dance Mentor di Java Youth Representative (2021-sekarang), Pendiri Eclipse Verse (2024-sekarang), serta Kepala Research & Development sekaligus Wakil Presiden di Streams of Hope yang mengembangkan alat penyaring air berbasis keramik (2024-sekarang).
Tentu hal ini selaras dengan pendidikan Holly yang tidak main-main, yakni bersekolah di program International Baccalaureate di Cita Hati Christian School.
Selain itu, Holly juga pernah mengikuti sejumlah program pre-college di Universitas California (UCLA) dan University of Pennsylvania.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi