Suara.com - Netizen terbelah pendapatnya usai viral postingan seorang ibu dengan konten anti memakaikan baju anak bergambar kartun atau superhero. Konten itu juga menyebutkan bahwa sang ibu menolak membelikan anak-anaknya baju warna-warni di pasar.
Diduga, ibu tersebut memilihkan pakaian bayinya sesuai dengan tren sad beige outfit baby. Tren ini memang sedang ramai di kalangan ibu-ibu modern.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah ini? Mari kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Sad Beige Outfit Baby?
Sad beige outfit baby adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pakaian bayi dengan palet warna netral seperti beige, krem, cokelat muda, abu-abu, dan putih tulang.
Istilah "sad beige" sendiri muncul sebagai bentuk kritik sekaligus humor terhadap tren pakaian anak yang cenderung meninggalkan warna-warna cerah tradisional seperti merah, kuning, atau biru.
Tren ini sebenarnya sejalan dengan gaya minimalis yang sedang populer di kalangan orang dewasa, terutama di era media sosial. Para orang tua milenial dan Gen Z seringkali memilih pakaian bayi dalam warna-warna netral karena dianggap lebih "Instagrammable" dan terlihat estetik saat dipadukan dengan dekorasi rumah yang juga bergaya minimalis.
Alasan Orang Tua Memilih Sad Beige Outfit Baby
Ada beberapa alasan mengapa tren ini begitu diminati:
Baca Juga: Konferensi Pemuda Tionghoa Asia di Jakarta: Bahas Peluang Bisnis & Kepemimpinan
1. Estetika Minimalis
Warna-warna netral dianggap lebih "chic" dan timeless. Foto bayi dengan outfit ini sering terlihat lebih elegan dan serasi dengan latar belakang rumah yang modern.
2. Fleksibilitas dalam Mix and Match
Pakaian dengan warna netral mudah dipadukan dengan aksesori atau pakaian lain tanpa risiko tabrak warna.
3. Pergeseran Selera Fashion
Orang tua masa kini cenderung menghindari pakaian dengan motif atau warna mencolok yang mungkin dianggap terlihat "norak" dalam foto atau video.
Berita Terkait
-
Tragis! Ibu di Jaipur Tidur Semalaman Disamping Jasad Anak Kandung yang Dibunuhnya
-
Konferensi Pemuda Tionghoa Asia di Jakarta: Bahas Peluang Bisnis & Kepemimpinan
-
Menteri PPPA Minta Pelaku Penyekapan Ibu dan Anak di Bangka Tak Hanya Dikenai KUHP Pidana
-
Fokus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Usai Pensiun, Moeldoko: MAB Sudah Dilihat Eksistensinya
-
Anak Berkonflik Hukum Dinilai Semakin Nekat, Orang Tua Harus Apa?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara