Suara.com - Penyebaran virus baru di Tiongkok kembali menjadi perbincangan publik karena mirip dengan Covid-19.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, tampak begitu banyak orang yang mendadak terkena flu dengan gejala yang hampir sama.
Bahkan, beberapa fasilitas kesehatan tampak penuh dikunjungi oleh para pasien yang membludak karena hal ini.
Belakangan, diketahui bahwa penyakit tersebut karena terinfeksi Human Metapneumovirus (HMPV).
Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus dari keluarga Paramyxoviridae yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia.
Menurut informasi yang beredar, HMPV pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 dan diketahui memiliki hubungan dekat dengan virus penyebab penyakit pernapasan lain, seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Human Metapneumovirus (HMPV) bisa menjangkiti siapa saja dari segala usia, tapi yang lebih rentan terkena adalah anak-anak di bawah 5 tahun, lansia di atas 65 tahun, dan orang dengan sistem imun lemah.
Menurut laporan dari Reuters, sepekan terakhir kasus ini meningkat di kalangan anak-anak dan penyebarannya begitu cepat.
Bahkan, sekitar 10% hingga 12% penyakit pernapasan pada anak-anak disebabkan oleh HMPV.
Sebagian besar sifatnya ringan, tetapi sekitar 5% hingga 16% anak-anak akan mengalami infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia,
Adapun penyebarannya dapat terjadi karena beberapa sebab, seperti droplet pernapasan ketika berbicara, kontak langsung dengan penderita, dan kontak dengan benda yang terinfeksi seperti barang.
Lantas, Apa Saja Gejala dari Human Metapneumovirus (HMPV)?
Menurut Cleveland Clinic, ada beberapa gejala yang menandakan seseorang terkena HMPV, seperti batuk, demam, sakit tenggorokan, sesak napas, hidung berair, kelelahan, kehilangan nafsu makan, serta ruam.
Jika tidak segera ditangani, Human Metapneumovirus (HMPV) akan membuat masalah kesehatan serius, seperti bronkiolitis (peradangan pada saluran udara kecil di paru-paru), pneumonia (infeksi yang menyerang jaringan paru-paru), dan asma eksaserbasi (emburuknya gejala pada individu yang sudah memiliki asma).
Diagnosa HMPV dapat dilakukan secara medis seperti swab nasofaring untuk mendeteksi RNA virus melalui teknik reverse-transcription polymerase chain reaction (RT-PCR).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman