Kabar baru-baru ini mengatakan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota penuh atau full member dari BRICS. Topik ini terus diperbincangkan publik sejak kemunculannya terutama di berbagai media sosial. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apa makna dan keutungan dari bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS ini.
Sebuah akun X @txtfromIR mengunggah ulang cuitan dari @CNNBrasil yang mengumumkan bergabungnya Indonesia sebagai full member BRICS.
“(agak) BREAKING NEWS. Indonesia menjadi full member BRICS, berdasarkan pengumuman yang diluncurkan oleh Brazil pada Senin waktu setempat,” ujar isi cuitan tersebut.
Hal ini sontak saja mendapat tanggapan yang beragam dari para warganet. Banyak pula yang tidak tahu-menahu apa itu BRICS. Kamu salah satunya? Simak penjelasan berikut mengenai BRICS.
Apa itu BRICS?
BRICS merupakan sinonim dari nama beberapa negara yakni Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa. Kelima negara ini disebut-sebut mempunyai visi dan misi yang sama sehingga memutuskan untuk membentuk kelompok negara.
Kabar terbaru memberitakan bahwa Indonesia kini telah resmi bergabung menjadi anggota penuh dari blok ekonomi BRICS ini, seperti yang disampaikan langsung oleh pemegang keketuaan BRICS 2025. Pemerintah Brazil mengungkapkan negara-negara sudah menyetujui bergabungnya Indonesia sesuai dengan kesepakatan perluasan keanggotaan yang disetujui pada KTT BRICS 2023 lalu di Johannesburg.
Dilansir dari situs BRICS Information Portal, negara-negara BRICS mempunyai kekuatan ekonomi yang terus meningkat dengan peran sebagai salah satu pendorong utama pembangunan ekonomi global. Pada tahun 2013 lalu, BRICS berhasil menyumbang sekitar 27% PDB global.
Manfaat bergabungnya Indonesia dengan BRICS
Baca Juga: Prabowo Incar Blok Ekonomi Global dari AS Hingga Rusia Demi Keuntungan
Lantas, apa manfaat dari bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS? Berdasarkan kabar yang beredar, hal ini menawarkan sebuah peluang besar di bidang ekonomi. Output ekonomi sebesar 28% yang disumbangkan oleh BRICS terhadap ekonomi dunia ini menunjukkan potensi besar dalam memperluas pasar ekspor dan akses investasi.
BRICS juga mendorong perdangan menggunakan mata uang lokal sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Tak hanya itu, potensi perdagangan intra-BRICS juga disebut-sebut meningkat.
Berdasarkan data yang ada, perdagangan antarnegara anggota BRICS naik 56% di tahun 2017-2022. Bagi Indonesia sendiri, bergabung dengan BRICS merupakan sebuah kesempatan untuk memperkuat kerja sama di bidang energi, gandum, dan lain sebagainya.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
BEI Buka Suara Usai MSCI Rombak Indeks, 10 Saham RI Turun Kasta
-
Tak Perlu beli Baru, Ini 6 Cara Mengatasi HP Lemot agar Kembali Cepat dan Responsif
-
Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra
-
Baru Sebulan Jual Sabu, IRT di Medan Ditangkap Polisi
-
Lagu 'Astaga Bercanda' Viral dan Bikin Baper: Cerita Cinta Segitiga yang Dibalut Tawa
-
Kejutan! Lesti Kejora Bakal Meriahkan Konser 30 Tahun UNGU, Cek Harga Tiketnya
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Mengerikan
-
Tempat Penampungan Imigran di Pekanbaru Dirazia Aparat Gabungan
-
4 Episode Pertama 'My Bias, By Boss' Penuh Momen Kocak dan Salah Paham
-
Sempat Sakit, Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi Penuhi Panggilan KPK Hari Ini