Suara.com - Penggunaan sabuk pengaman atau seat belt memang menjadi hal penting saat pesawat akan lepas landas atau take-off. Namun, apa jadinya jika kita bersikeras untuk tak mau menggunakannya seperti seorang penumpang yang viral baru-baru ini.
Ramai di TikTok, sebuah video memperlihatkan seorang ibu yang marah-marah dengan pramugari karena anaknya menolak menggunakan seat belt saat akan take off.
Salah satunya diposting TikTok @fegiegie. Diceritakan, dalam pesawat Batik Air Malaysia rute Hanoi-kuala Lumpur, para pramugari sudah bolak-balik memperingatkan seorang anak untuk menggunakan seat belt karena pesawat akan segera take-off.
"Baru kali ini lihat orang mau take-off pesawat tapi nggak mau pakai seatbelt? Terus marahin pramugari karena maksa pakai seatbelt?" tulis akun tersebut seperti Suara.com kutip pada Rabu (8/1/2024).
Namun, peringatan tersebut tak juga diindahkan, hingga lama kelamaan ibunya merasa tersinggung dan marah. Video pun memperlihatkan perdebatan penumpang tersebut dengan seorang pramugari.
Peristiwa ini mengakibatkan penerbangan tertunda hingga satu jam lamanya. Bahkan, seorang penumpang dari kelas bisnis rela menukar kursinya untuk anak tersebut agar pesawat bisa segera lepas landas.
Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh sang ibu yang terdengar merasa tersinggung sebab sang pramugari menunjuk wajahnya.
"I will not listen anybody. You do not disrespect me like this. I don't care, I'm not listening to you," ungkapnya sambil berteriak.
Karena tak juga menemukan jalan keluar, Batik Air pun akhirnya meminta bantuan petugas keamanan bandara untuk menurunkan ibu dan anak tersebut dari pesawat. Keputusan itu mendapatkan sambutan meriah dari seluruh penumpang yang sudah menunggu selama satu jam lamanya.
Baca Juga: Saking Cintanya, Viral Bocah Berjersey Timnas Nangis Kejer Shin Tae-yong Dipecat, Sang Ibu: Ya Allah
Pentingnya menggunakan seat belt di pesawat
Memakai sabuk pengaman di pesawat, khususnya saat akan take-off dan landing memang terlihat sepele, namun sebenarnya hal sangat penting dalam keselamatan penerbangan.
Dengan seat belt, titik berat pesawat bisa terjaga karena pesawat diharuskan stabil saat landing maupun take-off. Keseimbangan ini dapat terganggu karena pergerakan penumpang dan dapat berakibat fatal pada keselamatan. Seat belt dipasang untuk memastikan penumpang tetap duduk stabil di kursinya.
Hal ini juga yang jadi alasan kenapa tak boleh ada penumpang ataupun awak kabin, yang boleh berdiri atau berjalan saat dua momen paling krusial bagi pesawat ini.
Seat belt juga melindungi penumpang dari cedera karena benturan keras apabila terjadi turbulensi atau goncangan. Karena jika penumpang tidak memakai ikat pinggang itu, penumpang bisa terlempar ke kiri kanan. Terlihat sederhana, namun sebenarnya sangat penting.
Berita Terkait
-
Bukti Rupiah Makin Loyo, Perbandingan 1 Juta Rupiah vs 1 Juta Dolar Viral di Medsos, Warganet: Dihina Halus!
-
Ancam Polisikan Akun Penyebar Hoaks, Arya Sinulingga Malah Ditertawai hingga Ditantang Mundur dari Exco PSSI, Kenapa?
-
Liburan Berujung Maut: 3 Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Pesawat di Australia Barat
-
Saking Cintanya, Viral Bocah Berjersey Timnas Nangis Kejer Shin Tae-yong Dipecat, Sang Ibu: Ya Allah
-
Publik Geger! Connie Rahakundini Bakrie Akui Diancam Jangan Ganggu Gibran: Tapi Prabowo Boleh?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?