Suara.com - Pernikahan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita yang bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, pernikahan diakui sebagai perjanjian resmi yang melahirkan hak dan kewajiban antara pasangan.
Dalam Islam, pernikahan (nikah) juga dianggap sebagai akad suci yang menghalalkan hubungan seksual dan bertujuan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Selain itu, pernikahan juga berfungsi sebagai bentuk ibadah dan memperkuat silaturahmi antar keluarga.
Lantas, pada usia berapa laki-laki atau perempuan dinyatakan sudah tepat untuk menikah? Usia ideal untuk menikah di Indonesia menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah:
- Perempuan: 21 tahun
- Laki-laki: 25 tahun
Rekomendasi ini bertujuan untuk menghindari pernikahan dini yang dapat menimbulkan berbagai risiko, baik dari segi kesehatan fisik dan mental, maupun dari segi kesiapan emosional dan finansial.
Menikah pada usia yang lebih matang diharapkan dapat mengurangi angka perceraian dan meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga.
Pertimbangan Kesehatan dan Kematangan
Usia 21 tahun untuk perempuan dianggap optimal karena pada usia tersebut, mereka telah mencapai kematangan fisik dan hormonal yang diperlukan untuk reproduksi.
Sementara itu, usia 25 tahun untuk laki-laki dianggap cukup matang secara emosional dan finansial, sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Pandangan Lain
Beberapa sumber juga menyebutkan rentang usia yang lebih luas sebagai ideal:
- Perempuan: 20-35 tahun
- Laki-laki: 25-40 tahun
Rentang ini menunjukkan bahwa ada fleksibilitas dalam menentukan usia ideal menikah, tergantung pada konteks individu dan kesiapan masing-masing pasangan.
Kesimpulan
Menentukan usia ideal untuk menikah adalah hal yang kompleks dan sangat bergantung pada kesiapan individu. Secara umum, BKKBN merekomendasikan agar perempuan menikah di usia 21 tahun dan laki-laki di usia 25 tahun untuk memastikan kedewasaan emosional dan kesiapan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
Berita Terkait
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Gaya Hidup DINK: Keputusan Egois atau Pilihan Paling Rasional di Era Modern?
-
Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
Review Serial The Loyalty Game: Misteri Manipulasi Pernikahan yang Rumit
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga Dirawat di Batang Dolphin Center: Kelamin Jantan, Usia 10 Tahun
-
Jadwal MPL ID S18 Lengkap: EVOS vs RRQ Hoshi Buka Pertarungan, Siapa Pemenangnya?
-
RAPBN 2027 Jangan Sekadar Angka, Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
-
Dua Penekanan Muzani di Sidang MPR: MBG untuk Manusia Berkualitas, Kopdes untuk Ekonomi Adil
-
Intens Tapi Groovy, NCT 127 Ungkap Pesan dan Energi Positif di Album BLINGY
-
MDKA Tambah Kepemilikan EMAS, Saham Tembus 64%
-
Bli Nyoman, Sosok Penggerak Desa Sejahtera Astra di Desa Les, Buleleng Bali
-
4 Cushion Waterproof untuk Makeup 17 Agustus, Anti Luntur Meski Terkena Keringat
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Masih Ada Keluarga Harus Pilih Antara Makan atau Berobat