Suara.com - Bos skincare asal Makassar, Mira Hayati ditangkap polisi terkait dengan kasus skincare berbahaya berbahan merkuri. Mira Hayati ditahan bersama dua tersangka lain, yakni Mustadir Daeng Sila yang merupakan suami Fenny Frans dan Agus Salim.
Pada November 2024 lalu, polisi telah mengungkapkan penemuan skincare mengandung merkuri, salah satunya produk Mira Hayati.
Hasil uji laboratorium juga menunjukkan produk Mira Hayati, yaitu Lighting Skin mengandung merkuri. Tak hanya itu, produk Night Cream juga ditemukan mengandung merkuri dan tidak memiliki izin edar.
"Mira Hayati Lightening Skin mengandung raksa ataupun merkuri. Night cream dari MH Mira Hayati, ini produk TIE tanpa izin edar. Jadi tanpa izin edar Badan POM dan positif mengandung raksa," ujar Kepala BBPOM Makassar Hariani dalam konferensi pers pada 8 November 2024 lalu.
Merkuri merupakan salah satu bahan berbahaya apabila terkena kulit. Mengutip situs Siloam Hospitals, ini ciri-ciri wajah yang terpapar merkuri.
1. Timbul Ruam Merah
Salah satu efek samping memakai produk skincare yang mengandung merkuri adalah ruam kemerahan pada kulit. Ruam merah yang muncul karena senyawa merkuri klorida.
Kemunculan ruam merah itu juga disertai rasa panas pada kulit seperti sensasi terbakar.
2. Skin Barrier Rusak
Baca Juga: Kontroversi Mira Hayati: Bos Skincare Sering Pamer Emas Kini Jadi Tersangka
Selain kemerahan, kulit yang terpapar bahan berbahaya seperti merkuri juga dapat menyebabkan kerusakan pada skin barrier karena dengan mudah terkelupas. Dengan demikian, kulit wajah akan semakin menipis karena sering mengelupas.
Rusaknya skin barrier akibat terlalu sering mengalami pengelupasan juga membuat wajah menjadi sensitif dan berjerawat.
3. Hiperpigmentasi
Senyawa klorida juga dapat menghambat produksi melanin sehingga kulit putih secara instan. Hal itu membuat tampilan kulit wajah menjadi lebih pucat.
Produksi melanin yang lambat juga dapat memunculkan flek hitam atau hiperpigmentasi pada kulit wajah yang sering terkena bahan merkuri.
4. Iritasi
Berita Terkait
-
Kontroversi Mira Hayati: Bos Skincare Sering Pamer Emas Kini Jadi Tersangka
-
Berapa Harga Skincare Mira Hayati? Ada yang Mengandung Merkuri, Kini Pemiliknya Ditahan
-
Koleksi Tas Mewah Mira Hayati, Si Ratu Emas yang Kini Ditahan Polisi
-
Kini Pakai Baju Tahanan, Penampilan Mira Hayati Pakai Baju Full Emas dan Perhiasan Emas Tuai Cibiran
-
Gaya Hidup Bos Skincare Bermerkuri Dikuliti, Agus Salim Pemilik Ratu Glow Pernah Kurban 7 Sapi: Duit Nipu Buat Amal
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan