Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, tren fashion berkelanjutan (sustainable fashion) semakin populer di kalangan pecinta mode.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak industri fashion terhadap lingkungan, banyak merek, desainer, dan konsumen mulai beralih pada gaya hidup yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan estetika.
Salah satunya adalah brand WAVEIT yang membawa revolusi baru dalam dunia fashion berkelanjutan. Dengan visi menciptakan lautan bebas plastik dan kaya keanekaragaman hayati, brand tas asal Hong Kong ini memanfaatkan bahan daur ulang dari sampah plastik untuk menciptakan produk tas yang tidak hanya fungsional tetapi juga stylish.
Deputy GM Lifestyle Time International, Shamsuri Jamaluddin, menyatakan bahwa WAVEIT dikenal sebagai penggerak inovasi dalam fashion. Kini, koleksi tersebur hadir di Indonesia melalui kurator multi-brand ternama Urban Icon.
"Keputusan Urban Icon untuk bermitra dengan WAVEIT adalah wujud dukungan terhadap inisiatif keberlanjutan yang bertujuan untuk mengurangi limbah plastik di lautan," kata dia saat Suara.com temui belum lama ini dalam acara peluncuran di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Dengan setiap produk yang dihasilkan, WAVEIT membuktikan bahwa limbah plastik dapat diubah menjadi barang bernilai tinggi. Tidak hanya itu, merek ini juga bekerja sama dengan berbagai LSM untuk melibatkan komunitas dalam pelestarian laut.
Koleksi Andalan: Sea Sparkle Series
Salah satu koleksi unggulan WAVEIT adalah Sea Sparkle Series, yang menggabungkan keindahan laut dengan komitmen terhadap keberlanjutan. Setiap tas dalam seri ini terbuat dari bahan daur ulang dan dilengkapi dengan fitur-fitur inovatif, seperti:
1. Seaway 11L Backpack
Baca Juga: Tantangan Pendidikan Ramah Lingkungan di Era Modern
Dirancang dengan kompartemen cerdas dan ergonomis, tas ini terbuat dari bahan daur ulang, cocok untuk aktivitas sehari-hari.
2. Seaway 14L Backpack
Kapasitas yang lebih besar dengan ruang khusus untuk laptop hingga 17 inci, membuatnya sempurna untuk profesional aktif.
3. Sailor Messenger Bag
Tas messenger klasik dengan desain ramah lingkungan, cocok untuk kebutuhan sehari-hari.
4. Beam Crossbody Bag
Berita Terkait
-
Inikah Prediksi Wujud SUV dari Polytron di Masa Depan?
-
Pamer Koleksi Tas Mewah Satu Lemari, Fitri Salhuteru Pengusaha Apa?
-
Minimalis Nan Modis, Sontek 4 Inspirasi Daily OOTD ala Sanha ASTRO
-
Tantangan Pendidikan Ramah Lingkungan di Era Modern
-
3 Look Kasual ala Jung Jae Kwang: Residen Anestesi di Trauma Code
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan