Suara.com - Cleaning service merupakan layanan profesional yang bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan, termasuk gedung perkantoran, fasilitas umum, dan tempat tinggal.
Tugas utama mereka meliputi pembersihan rutin, sanitasi toilet, dan pemeliharaan area publik. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris, di mana "cleaning" berarti pembersihan dan "service" berarti layanan.
Cleaning service juga mencakup berbagai jenis layanan, seperti pembersihan komersial, industri, dan residential. Lantas berapa gaji cleaning service di Australia?
Gaji cleaning service di Australia bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi, pengalaman, dan sektor tempat bekerja.
Berdasarkan informasi terbaru, berikut adalah rincian mengenai gaji cleaning service di Australia:
Gaji per Jam
- Rata-rata gaji cleaning service berkisar antara AU$ 57 hingga AU$ 65 per jam, yang setara dengan sekitar Rp 577.000 hingga Rp 658.000 per jam.
- Di Perth, gaji rata-rata sekitar AU$ 30 hingga AU$ 35 per jam (Rp 304.000 hingga Rp 354.000).
- Di Sydney, gaji rata-rata berada di kisaran AU$ 25 hingga AU$ 35 per jam (Rp 253.000 hingga Rp 354.000).
- Gaji Tahunan
- Secara keseluruhan, rata-rata gaji tahunan untuk cleaning service di Australia berkisar antara AU$ 55.000 hingga AU$ 65.000, atau sekitar Rp 557 juta hingga Rp 658 juta per tahun.
- Beberapa wilayah dengan gaji tertinggi termasuk Adelaide, di mana gaji bisa mencapai AU$ 4.578 per bulan (Rp 50,08 juta) dan Parramatta dengan rata-rata AU$ 4.496 per bulan (Rp 49,18 juta).
Faktor-faktor yang mempengaruhi gaji ini antara lain:
- Lokasi: Kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne cenderung menawarkan gaji lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
- Pengalaman: Pekerja dengan pengalaman lebih banyak biasanya mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Misalnya, seorang cleaning service dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dapat memperoleh rata-rata sekitar AU$ 38.700 per tahun.
- Sektor Pekerjaan: Cleaning service yang bekerja di sektor tertentu, seperti tambang dan energi, dapat menerima gaji yang jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.
Berita Terkait
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik
-
Mensesneg Ungkap Pemerintah Tengah Kaji Rencana Pangkas Gaji DPR dan Kabinet
-
Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?
-
Badai Timur Tengah Menghadang, Akankah Pejabat RI Akan 'Ikat Pinggang' Demi Rakyat?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Pakai Sunscreen Dulu atau Day Cream Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar
-
Bacaan Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, Ini Waktu Terbaik dan Keutamaannya
-
Promo Nonton Bioskop Spesial Lebaran, Dapat Cashback hingga Beli 1 Gratis 1 Tiket
-
7 Tips Bersih-Bersih Rumah setelah Mudik, Dijamin Langsung Rapi dalam Sehari
-
Update Harga Sepatu Onitsuka Tiger Ori Terbaru 2026, Jangan sampai Tertipu Barang KW!
-
6 Tips Diet setelah Lebaran agar Berat Badan Turun Tanpa Tersiksa
-
4 Parfum Wangi Fresh di Minimarket, Bikin Penampilan Makin Segar Usai Lebaran
-
Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
Jadwal KRL Solo-Jogja 24 hingga 29 Maret 2026 Seusai Lebaran
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?