Suara.com - Sosok Nurhayati Subakat, bos produk kecantikan dengan jenama terkenal Wardah tengah menjadi perbincangan publik.
Nurhayati Subakat disorot karena namanya jarang muncul ke permukaan. Sosoknya dipuji karena nyaris tak pernah memperlihatkan kekayaannya, dikala banyak bos produk kecantikan flexing harta.
Wanita kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat itu merupakan pendiri PT Paragon Technology and Inovation, perusahaan yang menaungi mereka, seperti Emina, Kahf, Labore, Make Over, Putri, dan masih banyak lagi.
Namun, banyak yang belum tahu di balik kesuksesannya tersebut ada sosok sang suami Subakat Hadi. Keduanya mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu yang menjadi cikal bakal PT Paragon Technology & Innovation.
Lantas, seperti apa sosok Subakat Hadi? Simak berikut ini ulasannya.
Profil Subakat Hadi
Pemilik nama lengkap Subakat Hadiruksemo itu berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Tidak banyak informasi mengenai latar belakangnya.
Mengutip dari laman bbs.binus.ac.id, Subakat merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Kimia. Pada refrensi yang lain disebutkan, di kampus itulah ia bertemu dengan Nurhayati Subakat.
Usai menyelesaikan pendidikan di ITB, Subakat Hadi kemudian melanjutkan pendidikan di University of Tulsa Amerika Serikat dengan mengambil jurusan Teknik Kimia–Refinery.
Baca Juga: 3 Jenis Beasiswa S1 dari Nurhayati Subakat Pemilik Wardah, Begini Cara Mendaftarnya
Sebelum berwirausaha, Subakat Hadi lebih dulu bekerja di sejumlah perusahaan, di antaranya di Tri Patra Engineering sebagai Senior Engineer, Avery Laurence sebagai Process Engineer, Sales Engineer, Sales Manager, dan Project Manager. Kemudian di Mecona menjabat direktur.
Lalu di Citra-Spie Bagtinoles sebagai Oil & Gas Division Manager Indonesia serta di PT Gunanusa Utama Fabricator menjadi Business Development Director.
Subakat merintis perusahaan bersama istrinya dengan nama PT Pusaka Tradisi Ibu pada 1985 di Jakarta, yang kemudian berganti nama menjadi PT Paragon Technology & Innovation Tahun 2011.
Mengutip dari laman ITB, produk awal PT Pusaka Tradisi Ibu ialah jenama Putri, haircare untuk salon. Jatuh bangun pernah dilalui keduanya, Tahun 1990 pabrik dan kantor terbakar hingga terlilit utang. Akan tetapi, Nurhayati mencoba bangkit.
Tahun 1995, produk bernama Wardah lahir. Pelopor kosmetik halal ini berhasil bertahan di krisi moneter 1998 hingga saat ini. Setelah itu sejumlah jenama muncul, salah satunya MAKE OVER.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN