"Dulu secara konvensional kita menganggap bahwa orang HI itu kan jadi diplomat. Padahal sekarang dunia internasional, dengan arus globalisasinya menjadi demikian dinamis, sehingga banyak sektor-sektor itu juga mengalami internasionalisasi. Jadi profesi dunia internasional bagi mahasiswanya ada di 4 sektor, yang pertama di sektor publik. Jadi mahasiswa-mahasiswa yang mengambil di kementerian luar negeri atau kementerian pertahanan itu yang secara tradisional menjadi lahan orang HI. Tapi sekarang banyak kementerian lain yang memiliki biro-biro atau unit-unit yang terkait kerjasama internasional dan disitulah banyak mahasiswa kita berkarir," ungkapnya.
Selain di eksekutif, juga ada beberapa lulusan yang di legislatif menjadi wakil rakyat maupun di daerah.
Lalu yang kedua menurut Sigit, ada juga di sektor multilateral.
Banyak lulusan yang berkarir di organisasi-organisasi internasional seperti PBB dengan agensi-agensinya, kemudian di UNICEF, ada yang menjadi sekretariat ASEAN dan di berbagai organisasi internasional lainnya.
Selanjutnya, yang ketiga di sector non-governmental seperti lembaga swadaya masyarakat, NGO, atau yayasan yang non profit, di antaranya terkait dengan konservasi lingkungan, sustainability, bidang social entrepreneur dan sebagainya.
"Dan yang keempat yang terakhir di sektor privat atau swasta. Banyak mahasiswa kami menjadi bagian di external government atau international relations perusahaan multinasional dan nasional, termasuk perusahaan tenant di dalam kawasan industri Jababeka di Cikarang yang berasal dari 32 negara," pungkas Sigit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh