Suara.com - Pada kondisi ekonomi yang tengah tak menentu, berbagai lapisan masyarakat mulai melakukan berbagai upaya untuk bertahan. Dalam hal ini belakangan viral tren dengan istilah YONO alias You Only Need One.
Diketahui sebelum ada YONO, ramai istilah YOLO yang berarti You Only Live Once. YOLO sendiri merujuk pada ajakan melakukan hal-hal menyenangkan meski pun berisiko atau sulit dilakukan.
Berbeda dengan YOLO, YONO bisa saja menjadi kebalikan. Seperti apa?
Mengenal YONO
YONO mengacu pada membeli atau mengonsumsi barang tanpa pemborosan. Istilah ini berfokus dan menegaskan agar seseorang hanya butuh satu barang yang benar-benar perlu demi menghindari pembororsan dan konsumerisme.
YONO juga mendorong hidup minimalis yang hanya menuruti kebutuhan bukan keinginan.
Bukan cuma menekankan hidup minimalis, YONO juga mengajarkan keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup.
Berikut cara memulai pola hidup YONO:
- Memilih barang berkualitas yang tahan lama untuk jangka panjang
- Membeli barang preloved dan daur ulang barang bekas
- Membeli barang secara efektif, bukan konsumtif
- Membeli barang yang sama hanya saat barang lama rusak atau tak bisa lagi digunakan
- Memilih barang lokal demi berlangsungnya ekonomi kecil
Memilih hidup dengan filosofi YONO bukan hanya soal menghemat uang, namun juga keberlangsungan lingkungan.
Baca Juga: Alasan Premanisme dan Ormas 'Abal-abal' Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Melambat
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi