Suara.com - Di tengah perseteruannya dengan Hotman Paris Hutapea, Firdaus Oiwobo sempat sesumbar menyombongkan harta bendanya. Bahkan Firdaus mengaku memiliki 4.000 hektare gunung.
"Kalau dihitung semua aset saya, (kekayaan Hotman) nggak ada apa-apanya sama sekali dibanding saya. Saya punya gunung loh. Di deket BSD, Parung, saya punya gunung," ujar Firdaus di tayangan infotainment "Silet", dilihat pada Jumat (14/2/2025).
Jelas pengakuan ini semakin membuat Firdaus menjadi pusat perhatian, salah satunya oleh akun TikTok @/koko.loyal yang menyoroti jam tangan milik Firdaus.
Pemilik akun tampak menganalisis jam tangan yang dipakai Firdaus dalam konten podcast-nya bersama dr. Richard Lee. Tampak jam tangan berukuran cukup besar itu dipasang di pergelangan tangan kanan Firdaus.
"Anda bisa lihat dia ada pakai jam tangan, dan itu kalau misalkan Anda perhatikan cukup ikonik, karena itu adalah jam tangan merek Audemars Piguet," tuturnya.
Audemars Piguet sendiri merupakan jenama jam tangan mewah asal Swiss yang banyak menjadi incaran kolektor. Bahkan jenama ini masuk salah satu kategori "The Holy Trinity of Watches" bersama Vacheron Constantin dan Patek Philippe.
Menurut pemilik akun, jam tangan yang dipakai adalah Audemars Piguet Royal Oak versi Diver. Versi original dari jam tangan ini bisa dibanderol sampai Rp300 jutaan.
Namun Firdaus diduga memakai jam tangan Audemars Piguet versi tiruan alias KW. "Ada satu akun yang nge-bunking lagi, bahwa yang dipakai itu adalah produk KW," tuturnya.
Jam tangan KW yang diduga dipakai Firdaus memiliki banyak kejanggalan, salah satunya adalah frame-nya yang lebih tebal dan tak tampak semewah Audemars Piguet Royal Oak Offshore Diver yang asli.
Baca Juga: Pertanda Lemahnya Pengawasan Advokat di Kontroversi Razman Nasution Dan Firdaus Oiwobo
"Itu bisa dipastikan barangnya bukan barang asli, dan pas Koko ngecek di marketplace harganya berapa sih kalau yang KW? Ya ampun, harganya nggak nyampe Rp2 juta," katanya.
Ya, jam tangan Audemars Piguet KW yang diduga dikenakan Firdaus cuma dibanderol seharga Rp1,852 juta di e-commerce.
Berita Terkait
-
Pertanda Lemahnya Pengawasan Advokat di Kontroversi Razman Nasution Dan Firdaus Oiwobo
-
Segini Biaya Urus Sumpah Advokat: Privilese yang Tak Lagi Dimiliki Razman Arif Nasution dan Firdaus Oiwobo
-
Kerap Bikin Keributan, Firdaus Oiwobo dan Razman Nasution Disemprot Advokat Senior di Acara TV
-
Hak Sebagai Advokat Dicabut, Razman Ngeyel Tetap Praktik Jadi Pengacara
-
Video Lawas Firdaus Oiwobo Jadi Vokalis Band Rock, Suaranya Jadi Omongan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali