Suara.com - Hindia merilis album mixtape terbaru bernama Doves, '25 on Black Canvas'. Dalam album ini, Hindia meluncurkan 16 lagu. Salah satunya adalah lagu (kamis) yang secara khusus membahas aksi Kamisan. Tak perlu menunggu lama, Kamis langsung viral di X.
(kamis) menghadirkan suara ibu Sumarsih selaku korban Semanggi. Putra semata wayangnya, Wawan, tewas setelah menjadi korban penembakan Semanggi I pada 1998 silam. Alhasil, lirik (kamis) terasa begitu mencekam dan menyayat hati setiap pendengar karena meluncur dari hati seorang ibu.
Rekaman ibu Sumarsih dalam track (kamis) sudah bisa dinikmati masyarakat melalui platform YouTube maupun Spotify. Intip lirik (kamis) milik Hindia yang berisi isi hati ibu Sumarsih.
[Intro]
Dan tidak akan ada orang yang rela
anak yang dicintai ditembak, atau dibunuh
[Spoken word]
Wawan itu anak yang menyenangkan
Hobinya membaca
Dia di kamar mandi pun selalu baca koran
Atau bawa komik atau buku
Kalau hari Sabtu, hari Minggu
Kami masak bersama-sama
Pada saat makan bersama itu,
jam berapa pun makan malam bersama
Kami bercerita tentang keseharian
Dari pembicaraan yang sederhana,
kami membicarakan masalah politik
Karena pada tahun '97-'98 masalah politik
Indonesia semakin memanas
Setelah pembicaraan sampai kepada
masalah politik, selalu ditutup dengan
"Besok dimasakin apa?"
Karena pada tahun '98 itu demonstrasi dan
hari ke hari semakin membesar
Tahun '98 terjadi tragedi kemanusiaan yang
sudah diselidiki oleh Komnas JAM
Yaitu dalam berkas tragedi penembakan mahasiswa
Peristiwa Semanggi 1, Semanggi 2, Trisakti
Kemudian berkas kerusuhan 13-15 Mei '98
Dan berkas penghilangan paksa atau
penculikan aktivis pro-demokrasi
Wawan mahasiswa Atma Jaya
Juga aktif di masyarakat dengan ikut
anggota Tim Relawan untuk Kemanusiaan
Mengadvokasi korban 13, 15 Mei '98 sebagai
anggota tim relawan kemanusiaan
Setiap Wawan datang ke rumah sakit
yang diminta adalah obat-obatan
untuk teman-temannya yang berdemonstrasi
Dan menurut kesaksian, pada tanggal 13 November
hari Jumat itu, jam 10 pagi
Bersama enam prang temannya, Wawan
menetralisir gas air mata di depan kampus
Atma Jaya dengan menyemprotkan air hidran
Sekitar jam 3 sore, aparat masuk ke Atma Jaya
Ada korban yang jatuh, Wawan ngasih tahu
"Pak, itu ada korban. Boleh ditolong atau tidak?"
Tentara itu mengatakan, "Boleh, silakan"
Kemudian Wawan mengeluarkan bendera
putih, dilambai-lambaikan
Tetapi pada saat Wawan akan mengangkat korban,
justru Wawan ditembak
Banyak orang mengatakan dari pagi Wawan
menggunakan ID card Tim Relawan untuk Kemanusiaan
Dan Wawan diautopsi oleh Dr. Budi Sampurno.
Wawan meninggal dunia karena ditembak
dengan peluru tajam standar militer di dada
sebelah kiri mengenai jantung dan parunya
Dan menurut kesaksian juga bahwa Wawan
ditembak oleh aparat di halaman kampusnya
ketika sedang menolong seorang korban
yang juga ditembak oleh aparat
Baca Juga: 5 Hadiah Remaja Pencuri Pisang yang Diarak di Pati: dari Gus Miftah sampai Dedi Mulyadi
Setelah Wawan meninggal dunia,
hari Jumat 13 November '98 Wawan ditembak,
hari Sabtu Wawan dimakamkan
Pulang dari makam ada wartawan bertiga begitu,
di rumah sunyi...
Kemudian saya bilang, "Saya akan berhenti bekerja
Saya tidak sanggup untuk bertemu dengan orang"
Saya sangat mencintai Wawan,
Kami sekeluarga mencintai Wawan
Tapi duka cita saya bertransformasi pada
cinta terhadap sesama
Dengan memperjuangkan agar kasus-kasus
pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia ini
Dipertanggungjawabkan sesuai
dengan undang-udang yang berlaku
Yaitu Undang-Undang Nomor 26 tahun 2000
tentang pengadilan HAM
Untuk mewujudkan agenda reformasi yang ketiga
yang diperjuangkan oleh Wawan dan kawan-kawannya
Yaitu tegakkan supremasi hukum
Bagi saya, warna hitam bukan lambang
duka cita tetapi lambang keteguhan
Jangan yang ada hanya korban,
tetapi pelakunya tidak ada
Tag
Berita Terkait
-
5 Hadiah Remaja Pencuri Pisang yang Diarak di Pati: dari Gus Miftah sampai Dedi Mulyadi
-
Blak-blakan Bantah Luhut Binsar Pandjaitan Soal Danantara, Fedi Nuril: Bikin Curiga..
-
Salut! Hindia Angkat Kisah Keluarga Korban Penembakan 98 di Album Baru
-
CEK FAKTA: Tudingan Mie Gacoan Disegel karena Mengandung Minyak Babi, Benarkah?
-
Profil Pemilik Bisnis Mayora, Salah Satu Pengusaha Terkaya di Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru
-
Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'
-
Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi
-
BRI Dominasi Penyaluran KUR di Lampung Sepanjang Semester I 2026
-
HUT RI ke-81: KAI Beri Diskon Tiket Ekonomi 17 Persen, Berlaku Mulai 14 Agustus 2026
-
Kepala BGN Minta Guru Santap MBG: Perlukah Sekolah Mengisi Celah Sistem?
-
Beli Tiket Indomaret Run Pakai BRImo Dapat Diskon Langsung, Ini Caranya
-
Arti Nama Calon Buah Hati Iko Uwais dan Audy Item yang Keguguran di Usia 7 Minggu
-
Alasan Puan Maharani Majukan Sidang Tahunan 2026 ke 14 Agustus
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos