Suara.com - Niat hati jalan-jalan di Belanda menggunakan sepeda, Denny Caknan malah dibuat nyasar oleh Bella Bonita. Hal ini lantaran Bella Bonita salah membaca maps atau peta saat jalan. Lantas, apakah benar perempuan sulit baca maps?
Momen Bella Bonita dan Denny Caknan nyasar jauh saat bersepeda di Belanda terungkap lewat vlog di kanal YouTube sang artis. Bella Bonita bercerita kalau dirinya belum mengubah pengaturan peta di ponselnya, sehingga yang muncul adalah petunjuk jalur mobil, bukan sepeda.
"Maps-ku tuh masih mobil, belum diganti sepeda. Makanya tadi ke sini, ke sini. Kok sampai pinggir laut yang ada kapal-kapalnya. Kok jalannya besar-besar," cerita Bella Bonita antusias, seperti dilansir dari video YouTube Denny Caknan pada Kamis (27/2/2025).
"Aku cek, tadi kan sempat berhenti kan di lampu merah. 'Sebentar Yang, berhenti dulu ya'. Aku baru ganti (maps). Dia (Denny Caknan) enggak sadar. Aku mau bilang, takut," lanjutnya.
Mendengar pengakuan sang istri, Denny Caknan pun hanya bisa menahan emosi. Ia mengaku kesal tapi tidak sampai hati memarahi istrinya. Oleh karena itu, ia melampiaskan amarahnya ke salah satu kru yang ikut. Ia juga menyimpulkan untuk tidak menyerahkan urusan maps pada perempuan.
"Sabar. Mau aku marahin, (tapi dia) istriku. Masalah maps itu jangan diserahkan kepada wanita. Berantakan. Toni yang aku marahin tetap Toni. Istriku aku marahin kan enggak baik," kata Denny Caknan sambil tertawa.
Lalu, mitos atau fakta perempuan susah membaca peta? Menelusuri lebih jauh, ternyata sudah banyak penelitian terkait anggapan bahwa perempuan susah membaca peta. Simak ulasannya berikut ini.
Kenapa Perempuan Susah Baca Maps atau Peta?
Melansir laman fitie.org, hasil penelitian University of Illinois Amerika Serikat menunjukkan bahwa perempuan susah membaca peta adalah fakta, bukan mitos. Hal ini dipengaruhi oleh faktor hormon, yakni testosteron.
Baca Juga: Ulasan Buku I'm (not) Perfect, Menyorot Ragam Stigma tentang Perempuan
Seperti diketahui, laki-laki memiliki lebih banyak hormon testosteron daripada perempuan. Kondisi ini membuat laki-laki cenderung lebih unggul dalam navigasi, seperti membaca maps atau peta.
Kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut, di mana perempuan diberi tambahan hormon testoteron dan diuji kemampuan navigasinya. Hasilnya, kemampuan navigasi perempuan yang mendapat tambahan hormon testosteron mengalami peningkatan.
Penjelasan dari sudut pandang lain datang dari seorang peneliti Universitas Sains dan Teknologi Norwegia bernama Carl Pintzka. Di mana peneliti ini fokus dengan cara kerja otak laki-laki dan perempuan dalam hal navigasi.
Penelitan Carl Pintzka menunjukkan bahwa otak laki-laki, kalau urusan navigasi, lebih fokus pada arah jalan atau arah mata angin. Sedangkan cara kerja otak perempuan dalam navigasi adalah melihat tujuan dengan menghafal rute. Menurutnya, melihat arah mata angin dalam mencapai tujuan lebih efektif daripada menghafalnya.
Nah, secara ilmiah, begitulah alasan kenapa perempuan susah membaca maps atau peta. Ternyata bukan mitos belaka ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali