Suara.com - Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif mengungkap niatannya yang enggan mengambil gaji sebagai kepala daerah.
Fahmi mengaku akan mengalokasikan gajinya untuk kepentingan warga di Purbalingga. Pengakuan tersebut sontak mengundang perhatian publik usai viral di media sosial.
"Saya berkomitmen dalam lima tahun ke depan, saya tidak akan mengambil gaji saya sebagai Bupati Kabupaten Purbalingga," ujar Fahmi seperti ditilik dari akun Instagram @lambeturah.
"Insyaallah, gaji saya akan disumbangkan kembali kepada masyarakat Purbalingga yang membutuhkan," sambungnya.
Sosok Fahmi ramai disorot usai mengungkap janjinya tak ambil gaji. Bersamaan dengan itu, rekam jejak pendidikan salah satu bupati termuda di Indonesia itu pun menarik diketahui.
Memangnya Fahmi Muhammad Hanif lulusan apa?
Pria kelahiran Tangerang, 2 September 1996 tersebut memiliki riwayat pendidikan cukup mentereng. Sejak kecil, Fahmi mendapatkan pendidikan agama yang kuat.
Ia adalah tamatan SMAIT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Selepas lulus, ia melanjutkan studi ke Universitas Brawijaya dengan prodi Teknik Mesin. Fahmi juga dikabarkan sempat menimba ilmu di Bursa Technical University, Turkey.
Sebelum terjun ke dunia politik, Fahmi dikenal sebagai pengusaha. Putra anggota DPR RI Rofik Hananto tersebut mendirikan PT Erdigma Indonesia, perusahaan digital marketing pada 2020 silam. Dia juga menjabat sebagai CEO di beberapa perusahaan.
Kekayaan Fahmi Muhammad Hanif
Menilik Laporan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 26 Agustus 2024, harta kekayaan Fahmi mencapai Rp11.539.411.336 (Rp11,5 miliar).
Kekayaan itu meliputi asett tanah dan bangunan Rp2,01 miliar, alat transportasi dan mesin Rp898,8 jiuta, surat berharga Rp1,6 miliar serta kas dan setara kas Rp7,02 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis