Masjid dapat menjadi pusat kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar. Masjid dapat digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, dan shodaqoh, serta kegiatan sosial lainnya. Selain itu, masjid juga dapat menjadi tempat untuk menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama umat Islam.
Masjid Untuk Melakukan Sindiran Politik?
Soal penggunaan masjid sebagai tempat melakukan sindiran politik seperti yang diungkap Raja Juli, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama dan masyarakat. Sebagian ulama dan masyarakat berpendapat bahwa masjid adalah tempat yang suci dan harus dijaga dari kegiatan politik praktis, termasuk sindiran politik. Mereka berpendapat bahwa penggunaan masjid untuk kegiatan politik dapat memecah belah umat Islam dan merusak kesucian masjid.
Namun sebagian ulama dan masyarakat lainnya berpendapat bahwa masjid dapat digunakan sebagai tempat untuk menyampaikan aspirasi politik, asalkan tidak melanggar prinsip-prinsip Islam. Mereka berpendapat bahwa politik adalah bagian dari kehidupan umat Islam dan masjid dapat digunakan sebagai tempat untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai persoalan politik yang dihadapi oleh umat Islam.
Dikutip dari website NU Online, secara hukum di Indonesia terdapat aturan yang melarang penggunaan rumah ibadah sebagai tempat kampanye politik. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Di situ dijelaskan bahwa pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan tempat ibadah, fasilitas pemerintah, dan tempat pendidikan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesucian masjid dan menggunakannya untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi umat Islam dan masyarakat luas.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Raja Juli Antoni Kena Community Notes Usai Senggol Anies, Publik: Udah Jadi Menteri Masih Aja Nyinyir
-
Raja Juli Antoni Serang Anies Gegara Ceramah di UGM, Netizen Pasang Badan: Ngiri Ya Gak Diundang?
-
Isi Ceramahnya di Masjid UGM Dipertanyakan Menteri Kehutanan, Anies: Mata Saya Kok Tiba-tiba Kedutan?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
6 Tips Feng Shui untuk Menjual Rumah, Cepat Laku dengan Harga Tinggi
-
Awas Tertipu, Begini Cara Membedakan Sunscreen Facetology Asli dan Palsu
-
Bukan Cuma Estetik, Begini Cara Memilih Lantai Rumah yang Awet, Aman, dan Minim Perawatan
-
Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
-
Pompa Air Nyala tapi Air Gak Keluar? Coba 6 Solusi Ini, Jangan Buru-Buru Panggil Teknisi
-
Panduan Memilih Sabun Cuci Muka Emina Sesuai Masalah Kulit: Mana yang Cocok Buatmu?
-
3 Sunscreen Anessa Paling Laris di Shopee, Favorit karena Ringan dan SPF 50