Suara.com - Pemerintah dijadwalkan mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) 2025 untuk kelompok Aparatur Sipil Negara (ASN) mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri pada Senin (17/3/2025).
THR sendiri menjadi salah satu komponen pendapatan yang paling ditunggu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri Pasalnya THR dapat menjadi dana tambahan yang bisa dipakai untuk memenuhi keperluan yang biasanya membengkak saat hari lebaran.
Namun jangan sampai THR tidak dikelola dengan bijak. Selain karena hanya datang satu kali dalam setahun, uang THR seharusnya bisa dimanfaatkan di luar kebutuhan konsumtif, termasuk untuk menabung dan investasi.
Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), Nucky Poedjiardjo, membeberkan strategi jitu pemanfaatan uang THR secara bijak. Salah satunya adalah mengalokasikan dana THR dengan rasio 40:30:20:10.
Maknanya adalah 40% dana THR digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup, lalu 30% untuk membayar cicilan atau kewajiban finansial lain, 20% untuk investasi masa depan termasuk tabungan, dan 10% sisanya disisihkan untuk zakat atau sedekah.
Saat ini ada banyak produk keuangan yang bisa digunakan untuk menyimpan dan menginvestasikan uang THR. Bahkan dengan kemajuan teknologi, instrumen ini dapat lebih mudah diakses melalui aplikasi perbankan.
Berikut ini adalah rekomendasi produk tabungan dan investasi yang bisa kamu pakai untuk uang THR:
1. Deposito
Tabungan deposito biasanya memiliki tenor tertentu yang dapat dipilih di awal pembukaannya. Nantinya uang THR yang kamu masukkan ke dalam deposito akan dicairkan beserta bunganya saat tanggal jatuh tempo.
Baca Juga: 4 Tips Mengelola THR dengan Bijak, Biar Tidak Cuma 'Numpang Lewat' di Rekening
2. Reksa Dana
Pada dasarnya, investasi reksa dana dapat disesuaikan dengan profil risikomu sebagai nasabah. Terdapat beberapa jenis reksa dana yang bisa dipilih, seperti pasar uang, pendapatan tetap, saham, maupun campuran.
Umumnya, reksa dana pasar uang adalah yang profil risikonya yang palin kecil dan cocok untuk investasi jangka pendek kurang dari setahun. Sedangkan reksa dana saham memiliki risiko lebih besar karena pergerakan nilainya yang cukup fluktuatif, produk ini cocok untuk investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun.
3. Obligasi
Uang akan diinvestasikan pada surat berharga (surat utang), baik yang dimiliki pemerintah maupun korporasi. Nantinya keuntungan dikembalikan kepada investor dalam bentuk kupon, dengan tenor beragam dari 1-5 tahun. Profil risiko investasi ini tergolong moderat.
4. Surat Berharga Negara (SBN)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim