Suara.com - Penggerebekan arena judi sabung ayam di Lampung berbuntut tragedi. Tiga orang polisi menjadi korban tewas lantaran kepalanya diberondong peluru saat penggerebekan.
Peristiwa bermula ketika Polsek Nagara Batin menerima laporan dari masyarakat tentang adanya judi sabung ayam di Kampung Karang Manik Kecamatan Nagara Batin, Way Kanan, Lampung.
Sebanyak 17 personel gabungan Polsek Nagara Batin dan Polres Way Kanan diterjunkan untuk menggerebek lokasi yang dimaksud. Dalam penggerebekan itulah terjadi perlawanan dan baku tembak hingga menyebabkan tiga anggota polisi meninggal.
Salah satu yang menjadi korban tewas dalam peristiwa itu adalah Kapolsek Nagara Batin. Diduga dua oknum anggota TNI yang menjadi pelaku penembakan tersebut.
Sejarah Sabung Ayam yang Lekat dengan Praktik Judi
Melansir laman Indonesia.go.id, sabung ayam merupakan suatu bentuk permainan dengan mengadu dua ekor ayam jantan bertaji. Bahkan tak jarang ayam tersebut sengaja dipasangi taji buatan, seperti dari bahan bambu atau kayu yang diruncingkan, atau logam besi.
Pertandingan baru dianggap selesai apabila salah satu ayam jantan itu kalah. Menurut Thomas Stamford Raffles di "The History of Java" yang terbit pertama kali pada tahun 1817, sabung ayam merupakan perlombaan yang sangat umum dilakukan di kalangan masyarakat Jawa.
Ditelusuri lebih jauh ke belakang, Anthony Reid lewat karyanya yang bertajuk "Southeast Asia in the Age of Commerce 1450-1680 Volume One: The Lands Below the Winds", sabung ayam dan pertarungan spektakuler lain seperti adu gajah atau harimau adalah hal yang lazim diselenggarakan di pesta-pesta kerajaan Asia Tenggara. Menurutnya, di masa lalu ayam adalah salah satu hewan yang sering diadu karena dianggap sebagai simbol kemeriahan atau kebesaran wajah kekuasaan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara.
Reid juga menuturkan, setidaknya di Jawa pra-Islam dan hingga kini masih hidup di Bali, praktik sabung ayam tidak semata bermakna ritus sosial. Sabung ayam juga memiliki makna keagamaan dan menjadi bagian penting dalam pesta keramaian candi, penyucian, dan ziarah. Darah ayam sabungan dipandang sebagai korban untuk menyenangkan para dewa, termasuk untuk kesuburan, upacara penyucian, hingga merayakan keberhasilan perang.
Baca Juga: Duduk Perkara 3 Polisi Way Kanan Tewas Ditembak di Kepala saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung
Meski disebutkan banyak berkembang di tengah masyarakat Jawa, nyatanya sabung ayam juga dijumpai di banyak daerah luar Jawa. Salah satunya Bali, yang kemudian menghasilkan salah satu esai terkenal Clifford James Geertz.
Geertz yang merupakan antropolog melakukan penelitian lapangan di sebuah desa terpencil di Bali sekitar bulan April 1958. Sabung ayam yang disaksikannya bersama sang istri menjadi jalan masuk untuknya berbaur dengan masyarakat Bali.
Lewat esainya yang bertajuk "Deep Play: Notes on The Balinese Cockfight", Geertz menilai sabung ayam di Bali adalah suatu bangunan kultur yang besar dan mencakup tentang status, kepahlawanan, kejantanan, serta etika sosial. Sabung ayam bukan sekadar judi atau wahana bersenang-senang, tetapi juga simbol ekspresi dari status, otoritas, dan sebagainya.
Praktik sabung ayam juga semakin dikenal melalui folklore Cindelaras yang mengambil latar di zaman Kerajaan Jenggala abad ke-2, serta folklore Ciuang Wanara yang mengambil latar di zaman Kerajaan Galuh abad ke-8.
Kedua folklore ini sama-sama menceritakan putra raja yang terbuang, yang kemudian kembali dipertemukan dengan sang ayah yang seorang raja melalui sabung ayam.
Lalu ada pula sumber lain seperti La Galigo di Bugis, di mana Sawerigading sang tokoh utama memiliki kegemaran sabung ayam. Konon dahulu ada kepercayaan di Bugis, bahwa seseorang belum bisa disebut pemberani apabila tidak memiliki kebiasaan menyabung ayam.
Sementara dalam Kitab Pararaton, Ken Arok diriwayatkan sebagai tukang sabung ayam sebelum menjadi Raja Singasari di abad ke-13. Tragedi terbunuhnya Raja Singasari Anusapati oleh Tohjaya sang adik tiri juga terjadi saat sang raja menonton sabung ayam.
Sementara itu, Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa juga diriwayatkan pernah berperan gara-gara sabung ayam. Bukan sembarang sabung ayam, konon ayam jantan yang diadu sekaligus menjadi wahana adu kesaktian Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng, dan Raja Bone, La Tenrirawe Bongkange'.
Pada intinya, sabung ayam memiliki sejarah yang panjang di Indonesia dan lekat dengan praktik judi atau pertaruhan. Nahas, kini judi sabung ayam juga menyebabkan tiga orang polisi meninggal dunia diduga akibat ditembak kepalanya oleh oknum TNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang
-
Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga
-
3 Bedak Padat Translucent yang Bikin Makeup Flawless, Lengkap Review Pengguna
-
Apakah Ada Parfum Bau Pandan? Ini 3 Rekomendasi Lokal Lengkap dengan Ulasan Pembeli
-
7 Cara Merawat AC Rumah agar Tetap Dingin dan Sejuk, Cegah Kerusakan Sejak Dini
-
Apakah Sepatu Onitsuka Tiger Terbuat dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lampu Gantung yang Bagus Menurut Feng Shui, Ini 5 Ciri-Ciri yang Perlu Diperhatikan
-
Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review