Jibril rupanya berusaha mencari Ace. Ia akhirnya bisa masuk ke kamar Ace karena diberikan akses masuk oleh pemilik kos. Hal ini tentu memicu tanda tanya, mengingat om dan tante Ace tidak diberikan akses untuk masuk ke kamar keponakan.
Usut punya usut, Jibril ternyata menginap di kamar Ace pada malam tersebut. Ia dan Ace cukup dekat, sehingga sering pergi dan menginap bersama.
Pada 30 Maret 2015, ayah Ace berangkat ke Jakarta untuk mencari informasi keberadaan anaknya. Ia mendatangi jurusan Biologi FMIPA UI. Di sana, ia bertemu dengan dua dosen pengajar dan dua orang teman Ace.
Salah satu teman Ace memberitahukan tentang penemuan surat di kos Ace. Surat itu membuat mayat tanpa identitas yang ditemukan berhasil diidentifikasi polisi sebagai Akseyna Ahad Dori. Kala itu, Akseyna diduga bunuh diri akibat depresi.
"Will not return for eternity, please don't search for existence. my apologies for everything (tak akan kembali untuk selamanya, tolong jangan mencari keberadaan. maafku untuk semuanya)," demikian isi surat tersebut.
Penggunaan bahasa Inggris dalam surat itu tidak beraturan. Hal ini memicu kejanggalan. Pasalnya, Ace memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik. Ia pernah mendapatkan score TOEFL tinggi, sehingga tidak mungkin menulis bahasa Inggris dengan tidak benar.
Kejanggalan lain adalah ditemukan air di dalam paru-parunya, yang artinya Ace tenggelam dalam keadaan bernapas. Pihak kepolisian menyatakan bahwa Ace tewas dibunuh. Menurut polisi, Ace diseret dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dibuang ke Danau Kenanga.
Ada dua bukti kuat bahwa Ace tak sadarkan diri saat tenggelam. Pertama, ditemukan adanya kerusakan di ujung belakang sepatunya akibat diseret dalam kondisi tak sadarkan diri. Kedua, ada luka di bagian bibir, telinga, dan kepala yang diduga akibat penganiayaan.
Update Kasus Akseyna Ahad Dori
Baca Juga: Sepupu Dimutilasi, Marcellino Taruh Tubuh Jefry ke Freezer usai Dipotong 8 Bagian Pakai Gergaji
Tiga bulan usai kematiannya, akun Twitter Ace mengunggah sebuah cuitan bernada mengancam. Pada 3 Juli 2015, akun ini berkicau dengan bunyi singkat, 'test'. Seminggu kemudian pada 10 Juli 2015, akun ini kembali mencuitkan kalimat, "Saya sahabatnya Ace -R-."
Hingga pada 11 Juli 2015 pukul 16.33 WIB, akun ini kembali mengunggah cuitan berisi "Saya janji akan balas semua perbuatan kalian terhadap Ace, saya akan belajar menjadi 'kalian' dan tentunya melakukan hal yang sama dengan cara saya sendiri, camkan! -R-."
Dua tahun usai kematiannya, akun Twitter Ace kembali aktif. Ada sebuah unggahan pada Selasa (14/11/2017) pukul 03.04 WIB dini hari. Orang tua Ace tentu kaget, apalagi mendadak unggahan tersebut hilang. Beruntung mereka sempat meng-capture postingan tersebut.
Pada 2016, polisi sempat menemui titik terang. Mereka berhasil menetapkan 'potential suspect' yang ternyata merupakan orang terdekat dengan lingkungan sehari-hari Ace. Ada satu orang yang diduga kuat sebagai pelaku, namun polisi hanya memiliki satu barang bukti. Tidak diketahui siapa orang tersebut karena polisi tidak mengungkapkannya.
Kabarnya, kasus ini akan segera ditutup beberapa hari lagi, tepatnya pada tanggal 26 Maret 2025, yang menandai satu dekade kasus ini.
Komentar Warganet
Beberapa warganet mengingat kembali kasus kematian Akseyna. Mereka mencoba mengangkat kasus ini ke permukaan agar semakin banyak orang yang peduli. Harapannya satu: Ace mendapatkan keadilan dan pelaku pembunuhan ditemukan.
"Pelakunya beneran orang sepenting itu ya? Kasian banget Akseyna enggak bisa mendapat keadilannya. Semoga tenang di sana ya. Nanti di akhirat Akseyna yang bakal menang," harap warganet.
"Sakit banget liat kabar Akseyna yang belum juga nemu titik terang padahal udah 10 tahun, sedangkan pelaku masih bebas di luar sana sungguh enggak adil buat korban dan keluarga. Pihak kampus malah sibuk ngurus disertasi satu tahun itu," komentar warganet.
"4 hari lagi menuju satu dekade Akseyna, di mana lembaran akan ditutup," cuit pengguna Twitter lainnya.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
-
Sepupu Dimutilasi, Marcellino Taruh Tubuh Jefry ke Freezer usai Dipotong 8 Bagian Pakai Gergaji
-
'Peradilan Keluarga' Lindungi Pembunuh Berseragam? Rangkaian Kasus TNI Bunuh Warga Sipil Terungkap!
-
Chaos: The Manson Murders: Saat Mind Control Lebih Ngeri dari Pembunuhan
-
Bursa Efek Indonesia Trending di X: IHSG Anjlok, Netizen Heboh!
-
Kronologi Lengkap Korupsi DPRD OKU: Jatah Fee, Pencairan Proyek hingga OTT KPK
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
8 Ciri-ciri Rumah yang Membawa Hoki dan Rezeki Menurut Feng Shui
-
3 Gol, 3 Poin, dan 1 Baju Dibuang: Cerita Unik Kemenangan Vietnam atas Indonesia
-
Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI
-
Riset: Inflasi Medis RI Diproyeksi Tembus 17,8 Persen, Tertinggi di Asia
-
Sergio Ramos Indonesia! Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Garuda Dibantai 0-3
-
8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah
-
IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor
-
Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga
-
Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas
-
Viral Tersangka Tambang Ilegal Foto Bareng Presiden, Diduga Mangkir Pemeriksaan