Rendang basah dikenal dengan nama asli kalio. Rendang ini mendapatkan namanya karena bumbu rendang belum dimasak hingga kering dan meresap ke dalam daging.
Kalio memiliki tekstur seperti gulai lantaran bumbu rendang masih berbentuk seperti kuah gulai tetapi lebih kental.
Memasak rendang basah membutuhkan waktu 4 jam agar daging matang dan bumbu meresap sempurna.
Rendang kering membutuhkan waktu yang lebih lama agar bumbu menyusut dan keseluruhan hidangan menjadi kering hingga kandungan air berkurang secara signifikan.
Waktu minimal untuk membuat bumbu menyusut adalah 6 jam. Durasi ini bisa bertambah sesuai dengan jumlah daging yang ikut dimasak.
Berkaca dari BCL, jumlah daging rendang yang ia masak adalah 12 kilogram. Wajar jika BCL harus menunggu waktu hampir setengah hari agar seluruh daging bisa dimasak dengan rata. Selain resep dan kualitas bahan yang dipakai, memasak rendang juga butuh kesabaran.
BCL dan tim ART yang bekerja bersamanya harus ekstra sabar untuk bergiliran mengaduk rendang agar seluruh daging yang dimasak bisa bertekstur legit dan tak alot ketika dimakan.
Tips mengolah rendang agar tersaji sempurna
Selain durasi waktu, ada hal lain yang perlu diperhatikan agar rendang bisa sempurna baik secara tekstur maupun rasa.
Baca Juga: Makan Enak Gak Bikin Kantong Bolong? Ini 10 Promo Restoran Lebaran 2025
Pertama, daging yang dipilih harus daging yang padat seperti paha sapi. Daging bagian lain akan mudah hancur ketika dimasak dengan metode lama seperti kala diolah menjadi rendang.
Jika tak ingin menghabiskan waktu lama untuk memasak rendang, ada alternatif lain seperti rendang ayam yang waktu memasaknya tak selama memasak rendang sapi.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Makan Enak Gak Bikin Kantong Bolong? Ini 10 Promo Restoran Lebaran 2025
-
6 Rekomendasi Film Bioskop Libur Lebaran 2025: Horor sampai Drama Perselingkuhan
-
Rayakan Lebaran dengan Hidangan Istimewa, Ini Dia Surga Kuliner di Jakarta
-
Mahalini Rayakan Lebaran Pertama sebagai Mualaf, Tampil Anggun dalam Outfit Sarimbit Kuning
-
7 Potret Artis Salat Id di Hari Raya Idulfitri 2025, Ada Ruben Onsu!
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat Pacific Paling Murah untuk Gowes Harian
-
5 Pilihan Parfum Lokal Aroma Sandalwood yang Elegan dan Berkarakter
-
5 Bedak Tabur yang Awet untuk Menahan Minyak, Wajah Tetap Segar dan Bebas Kilap Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026: Kembali Hidupkan Hutan Kota dengan Seni dan Kolaborasi
-
Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju
-
4 Cushion Satin untuk Kulit Kering, Wajah Glowing Seharian
-
Calamine Powder untuk Apa? Ini 5 Rekomendasi Bedak Pereda Gatal dan Radang Kulit
-
Tren Fast Fashion Mulai Ditinggalkan, Denim Jadi Andalan Gaya yang Lebih Timeless
-
Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Hilangkan Komedo? Ini 5 Rekomendasinya
-
Apakah Parfum EDP Lebih Awet dari EDT? Ini 5 Eau de Parfum Lokal Paling Enak Wanginya