Tak hanya aktif di dunia seni peran, Ray Sahetapy juga sempat menjadi pengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dedikasinya di dunia perfilman menjadikannya salah satu aktor kawakan yang dihormati.
Ray Sahetapy bernama asli Farence Raymond Sahetapy. Dia lahir 1 Januari 1957 di Donggala, Sulawesi Tengah dan meninggal pada Selasa (1/4/2025) di Jakarta.
Ray Sahetapy menikah dengan Dewi Yull pada 16 Juni 1981 dan dikaruniai empat anak, yaitu Gizca Putri Sahetapy, Rama Putra Sahetapy, Panji Surya Sahetapy, dan Mohammad Raya Sahetapy. Namun, setelah 23 tahun bersama, Ray dan Dewi Yull resmi bercerai pada 24 Agustus 2004.
Ray Sahetapy memulai debut aktingnya pada 1980 melalui film "Gadis", yang menjadi awal perjalanan kariernya di industri perfilman Indonesia. Dalam film tersebut, ia pertama kali beradu akting dengan Dewi Yull yang kemudian menjadi istrinya.
Pada 1988, Ray membintangi film "Noesa Penida", yang membawanya masuk dalam nominasi Aktor Terbaik di Festival Film Indonesia 1989. Sejak saat itu, namanya semakin dikenal dan ia terus berkarya di dunia seni peran.
Saat industri film mengalami mati suri, Ray tetap berkarya dengan membangun sebuah sanggar teater. Dedikasinya dalam dunia seni tetap terjaga, menjadikannya salah satu aktor yang dihormati di Indonesia.
Ray Sahetapy meninggalkan jejak mendalam dalam dunia hiburan Indonesia. Perjalanan karier dan kehidupannya akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah perfilman tanah air.
Dari Pernikahan Beda Agama hingga Menjadi Mualaf
Aktor senior Ray Sahetapy dikenal tidak hanya karena kiprahnya di dunia perfilman, tetapi juga perjalanan spiritualnya yang penuh tantangan.
Mendiang sempat menjalani pernikahan beda agama dengan mantan istrinya, Dewi Yull, sebelum akhirnya mengambil keputusan besar untuk menjadi mualaf.
Saat mereka menikah, Ray Sahetapy diketahui menganut agama Kristen, sementara Dewi Yull adalah seorang Muslim.
Perbedaan agama ini sempat menjadi hambatan besar dalam hubungan mereka. Keluarga Dewi Yull disebut-sebut tidak memberikan restu karena keyakinan yang berbeda.
Meski demikian, keduanya tetap melangsungkan pernikahan dan dikaruniai empat orang anak.
Pada tahun 1992, Ray Sahetapy membuat keputusan besar dengan memilih menjadi mualaf. Keputusan ini sempat tidak banyak diketahui publik hingga akhirnya Dewi Yull mengungkapkannya dalam sebuah wawancara.
Dalam pernyataannya, Dewi Yull mengungkapkan bahwa meskipun sang ibu memberikan restu, ayah dan keluarga besarnya tetap menolak pernikahan mereka. Hal ini menjadi tantangan besar dalam perjalanan rumah tangga mereka.
"Ibuku merestui sebelum meninggal, tapi ayahku nggak merestui, keluarga besarku juga tidak, dengan segala macam alasan," ujar Dewi Yull.
Keputusan Ray Sahetapy untuk berpindah keyakinan juga tidak dipublikasikan secara luas.
"Padahal saat itu ayahnya anak-anak sudah satu iman sama aku, tapi tidak boleh dipublikasi demi menjaga semua," tambahnya.
Setelah berpisah dengan Dewi Yull pada tahun 2004, banyak yang penasaran dengan keyakinan Ray Sahetapy. Beberapa pihak menduga bahwa dirinya kembali ke agama sebelumnya.
Namun, dalam wawancara tahun 2012, Ray Sahetapy menegaskan bahwa dirinya tetap seorang mualaf.
"Saya puasa untuk melatih kesadaran biar makin mantap. Saya mualaf. Sejak 20 tahun lalu saya mualaf. Semuanya tergantung dari niat dalam diri kita. Kalau sudah niat tidak ada yang tak bisa," ujar Ray Sahetapy kala itu.
Tag
Berita Terkait
-
Sentil Realita Seorang Ibu di Indonesia, Arumi Bachsin Minta Jangan Abaikan Kebahagiaan Perempuan
-
Geger Dewi Yull Sebut Perselingkuhan Bisa Dimaafkan, Penjelasannya Seperti Ini
-
Mata Dewi Yull Cuma Berfungsi Satu, Begini Awal Ceritanya
-
Aktif Beraktivitas di Usia 64 Tahun, Dewi Yull Bahas Tentang Parenting Hingga Job Bernyanyi
-
Dewi Yull Kenang Jasa Titiek Puspa dalam Hidupnya, Ternyata Mak Comblangnya dengan Ray Sahetapy
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Dipensiunkan Apple
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
KSP Dudung Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum: Rakyat Aceh Tetap NKRI
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
7 Kuliner Musim Panas di Turkiye yang Wajib Dicoba, dari Sup Dingin hingga Es Krim Maras
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara