Suara.com - Usai menjalani satu bulan penuh puasa Ramadhan, umat Muslim masih bisa memupuk amalan dengan menjalani puasa selama enam bulan hari di bulan Syawal. Namun, apakah puasa syawal harus dilakukan secara berurutan atau tidak?
Meski termasuk ibadah sunnah, anjuran untuk puasa di bulan Syawal telah tertuang dalam sebuah hadits berikut.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ
Artinya: “Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).
Karena waktunya yang terbatas di bulan Syawal saja, mungkin masih banyak orang yang bingung dengan pelaksanaan puasa sunnah ini. Supaya tak lagi ragu, simak informasi berikut.
Apakah puasa syawal harus dilakukan berurutan?
Puasa Syawal memang dianjurkan untuk dilakukan selama enam hari berturut-turut usai hari Raya Idul Fitri. Namun, ini bukan berarti Anda tidak boleh melakukannya selang-seling atau tidak berurutan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyid Abdullah al-Hadrami berikut.
هَلْ يُشْتَرَطُ فَي صِيَامِ السِّتِّ مِنْ شَوَّالٍ اَلتَّوَالِي؟ اَلْجَوَابُ: اِنَّهُ لَا يُشْتَرَطُ فِيْهَا التَّوَالِي، وَيَكْفِيْكَ أَنْ تَصُوْمَ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ وَاِنْ كَانَتْ مُتَفَرِّقَةً، طَالَمَا وَقَعَتْ كُلُّهَا فِي الشَّهْرِ
Artinya, “Apakah disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus? Jawaban: sesungguhnya tidak disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus, dan cukup bagimu untuk puasa enam hari dari bulan Syawal sekalipun terpisah-pisah, sepanjang semua puasa tersebut dilakukan di dalam bulan ini (Syawal).” (Sayyid Abdullah al-Hadrami, al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam wa Ma’ahu Fatawa Ramadhan, [Daru Hadramaut: 2011], halaman 139).
Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan bahwa puasa Syawal bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara terus-menerus, misalnya dari tanggal 2 syawal sampai tanggal 7 syawal tanpa henti atau secara terpisah. Sebagai contoh, puasa di tanggal 2 syawal, lalu esoknya tidak, lalu puasa lagi di tanggal 4 dan begitu seterusnya sampai genap berpuasa selama enam hari.
Baca Juga: Niat Puasa Syawal Digabung Ayyamul Bidh April 2025, Cek Jadwal dan Hukumnya
Meski begitu, puasa secara terus-menerus memang lebih diutamakan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Abu Al-Husain Yahya bin Abil Khair bin Salim Al-Umrani Al-Yamani berikut.
يُسْتَحَبُّ لِمَنْ صَامَ رَمَضَانَ أَنْ يَتَّبِعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ. وَالْمُسْتَحَبُّ: أَنْ يَصُوْمَهَا مُتَتَابِعَةً، فَإِنْ صَامَهَا مُتَفَرِّقَةً جَازَ
Artinya, “Disunnahkan bagi orang yang puasa di bulan Ramadhan untuk meneruskan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal. Dan (praktik) yang dianjurkan, yaitu dengan berpuasa Syawal secara terus-menerus, dan jika puasa dengan cara terpisah, maka diperbolehkan.” (Imam Abul Husain, Al-Bayan fi Mazhabil Imam Asy-Syafi’i, [Darul Minhaj: 2000], juz III, halaman 548).
Meski begitu, satu hal yang paling penting adalah Anda melakukannya sepanjang bulan Syawal. Tahun ini, bulan Syawal akan berlangsung sampai tanggal 28 April 2025.
Bolehkah puasa syawal digabung dengan qadha ramadhan
Sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat di kalangan utama mengenai hukum mengqadha Ramadhan dengan Syawal. Pertama, ada pendapat dari ulama Hanabilah yang menyebut bahwa hanya ada satu puasa saja yang dianggap saha.
Sementara itu, ulama Malikiyah dan mayoritas ulama Syafi’iyah menyebut bahwa puasa Syawal yang digabung qadha Ramadhan dianggap sah keduanya.
Namun, lain halnya dengan pendapat ulama Syafi'iyah dan suatu riwayat Hanbailah yang menyebut bahwa menggabungkan keduanya tidaklah sah. Sebab, puasa Ramadhan bersifat wjaib, sementara hukum puasa Syawal adalah sunnah.
Karena itulah, demi mendapatkan ganjaran puasa Syawal yang sempurna, Anda tetap dianjrukan untuk menunaikan hutang puasa terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana yang disebutkan Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimullah dalam kitab Lathoiful Ma'rif
"Siapa yang mempunyai kewajiban qodho' puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qadha-nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho' itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal."
Demikian informasi mengenai ketentuan puasa Syawal, termasuk boleh tidaknya digabungkan dengan qadha Ramadhan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM
-
Bolehkah Muslim Menerima Hampers Imlek? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam
-
5 Warna Lipstik agar Tampil Lebih Fresh, Wajah Auto Cerah Tanpa Riasan Tebal
-
Inspirasi Lagu Cinta dari Svararasa, Romansa Gen Z yang Hangat dan Dekat di Hati
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi
-
Parfum Vanilla Cocok Dipakai Kapan? Ini 5 Rekomendasi yang Tahan Lama
-
Menikmati Keaslian Kuliner Thailand di Jakarta: Dari Khao Soi hingga Khao Nieo Mamuang
-
6 Shio Paling Hoki di Hari Imlek 17 Februari 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Kapan THR PNS 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwalnya
-
Arti Kue Keranjang saat Imlek, Bukan Sekadar Hidangan Wajib