Thyazen juga menjelaskan bahwa para ulama dalam Islam cenderung tidak menjadikan hasil tes DNA sebagai satu-satunya bukti penentu garis keturunan.
"Tapi untuk bapaknya, kalau tidak diketahui, maka para ulama di dalam Islam tidak terlalu menjadikan DNA sebagai bukti satu-satunya yang bisa diandalkan, tapi bisa dijadikan salah satu buktinya," sambungnya.
Hal ini berarti menurut pandangan Islam, diperlukan bukti lain di samping tes DNA untuk mengakui seorang anak. Dalam kasus ini, Lisa Mariana perlu menyertakan bukti-bukti lain yang mendukung klaimnya bahwa anak yang dilahirkannya pada 2022 adalah anak Ridwan Kamil dari hubungan di luar pernikahan.
Thyazen juga menjelaskan jenis-jenis bukti yang dapat menguatkan pengakuan garis keturunan di pengadilan dan dalam syariat Islam. "Mungkin di antara bukti-bukti yang harus dilampirkan bisa video, chat, bukti pernikahan, bukti maaf, berhubungan, atau bisa jadi salah satu DNA," pungkasnya.
Sementara itu, Ridwan Kamil baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk melakukan tes DNA. Keputusan ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Muslim Jaya Butar-Butar, dalam sebuah konferensi pers, sebagai bagian dari proses hukum.
Namun, tes DNA tersebut harus dilakukan atas perintah hukum atau penyidik kepolisian. Diketahui bahwa Lisa Mariana sangat menginginkan tes DNA untuk membuktikan hubungan biologis anaknya dengan Ridwan Kamil. Namun model majalah dewasa itu menegaskan tidak akan melakukannya tanpa kehadiran Ridwan Kamil.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik