“Sejak dini, anak-anak diajak untuk tidak melihat kekurangan satu sama lain, tapi justru belajar dari perbedaan,” kata Mang Adi.
Tahun ini, Busa Pustaka juga membuka kelas bahasa Jepang gratis. Program ini terbuka untuk para volunteer. Syaratnya sederhana selama satu bulan, mereka wajib dua kali mengajar adik-adik di Sekolah Rakyat Busa Pustaka.
Setelah setahun, peserta bisa lanjut ke pelatihan berjenjang. Tujuannya jelas—membuka peluang beasiswa atau pekerjaan di Jepang. Semuanya gratis. Biaya ditanggung oleh Busa Pustaka.
Busa Pustaka tidak berjalan sendiri. Mereka membuka ruang untuk siapa saja yang ingin terlibat. Tidak peduli usia atau latar belakang. Siapa pun bisa menjadi relawan. Siapa pun bisa berdonasi buku.
Cita-cita mereka sederhana, tapi besar. Menjangkau lebih banyak anak. Memberi akses bacaan yang layak. Mendukung pendidikan anak-anak sampai jenjang tertinggi.
“Busa Pustaka ingin terus bergerak untuk banyak anak, khususnya bagaimana anak-anak bisa mendapatkan akses bacaan yang layak dan akses pendidikan yang layak. Busa Pustaka berharap ke depan, selain tentang buku bacaan, juga bisa mendukung anak-anak untuk terus bersekolah atau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” tutup Mang Adi.
Penulis: Kayla Riasya Salsabila
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung