Suara.com - Lee Min Ho rupanya cukup penasaran dengan seblak, makanan yang berasal dari Garut, Jawa Barat. Hal itu tampak saat momen fan meeting 'Minhoverse in Jakarta' yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025).
Seperti yang diketahui, Indonesia bukanlah negara yang asing untuk aktor asal Korea Selatan tersebut. Sebelumnya pada 2013 lalu, Lee Min Ho sempat melakukan fan meeting perdana di Indonesia, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).
Menariknya saat ditanya makanan apa saja yang sudah dicicipi Lee Min Ho, aktor 37 tahun tersebut belum bisa menentukan pilihan.
Lee Min Ho lantas bertanya, makanan apa yang menjadi rekomendasi penggemar, yang dijuluki Minoz untuk dirinya.
Sejumlah penggemar kemudian memberikan saran seblak, nasi Padang, sate ayam. Lee Min Ho kemudian nampak penasaran pada seblak.
"Seblak itu apa? Sejenis bubur?" tanyanya saat Minhoverse in Jakarta.
Indra Herlambang selaku host kemudian menjelaskan bahwa seblak merupakan kudapan yang berkuah dan pedas. Lee Min Ho pun cukup tertarik karena dirinya sendiri suka makanan bercita rasa pedas.
"Aku suka yang pedas," bebernya.
Seblak: Kuliner Pedas yang Berasal dari Kepepet
Seblak telah menjadi salah satu makanan khas Nusantara yang populer di berbagai kalangan, terutama di kalangan anak muda. Seblak terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan bumbu kencur yang khas, kemudian dipadukan dengan berbagai isian seperti telur, sayur, hingga sosis atau bakso.
Cita rasanya yang pedas dan gurih membuat makanan ini digemari sebagai camilan maupun hidangan utama. Namun, di balik kepopulerannya saat ini, seblak memiliki asal-usul yang cukup sederhana dan unik, bermula saat masa penjajahan.
Baca Juga: Gelar Fan Meeting di Indonesia, Lee Min Ho Bahas Bekasi hingga Ditawari Seblak
Dalam jurnal "Seblak Sebagai Identitas Kota Bandung" yang diterbitkan oleh Jurnal Sabbhata Yatra, menjelaskan bahwa seblak sudah ada sejak awal tahun 1900-an. Tepatnya saat Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.
Konon masyarakat mempercayai bahwa penjajahan membuat krisis ekonomi di tengah masyarakat Jawa Barat yang kala itu disebut dengan kawasan Parahyangan (Preanger dalam penyebutan Belanda).
Masyarakat kala itu harus putar otak supaya bisa bertahan hidup. Mereka mulai merebus bahan baku seperti kerupuk leor yang tersedia dengan berbagai rempah-rempah.
Rebusan kerupuk tersebut lambat laun diberi tambahan telur dan akhirnya menghasilkan masakan seblak.
Karenanya, kuliner khas Bandung ini pada awalnya dikenal sebagai makanan "orang kepepet" atau pilihan ketika kondisi ekonomi sedang sulit.
Penggunaan kerupuk sebagai bahan utama bukanlah tanpa alasan—kerupuk merupakan makanan yang murah, mudah didapat, dan tahan lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali