Suara.com - Tren “ugly shoes” kembali mencuri perhatian, kali ini lewat kolaborasi yang tak terduga antara rumah mode mewah Balenciaga dan merek alas kaki ortopedi legendaris, Scholl. Kolaborasi ini melahirkan sepatu eksentrik yang dijuluki ‘Frankenshoe’, hibrida antara sandal kesehatan dan estetika runway khas Balenciaga.
Dengan desain yang memadukan kenyamanan dan keberanian, ‘Frankenshoe’ menjadi simbol baru dari fashion yang tidak lagi berpatokan pada keindahan konvensional, melainkan pada ekspresi diri dan orisinalitas.
Sepatu ini hadir sebagai salah satu produk dalam koleksi terbaru Balenciaga Spring 2025, dan dengan cepat menjadi bahan perbincangan publik serta para pengamat mode.
Sandal Kesehatan tapi Fashion
'Frankenshoe' adalah hasil imajinasi ulang dari sandal Pescura klasik milik Scholl. Desain aslinya yang sederhana dan sangat fungsional, kini tampil dalam versi “modifikasi” ala Balenciaga. Dengan sol gabus yang khas, tali depan yang masih mencerminkan siluet orisinal, namun ditambah hak tinggi ramping yang kontras dan provokatif.
Desain ini langsung mengingatkan pada gaya “nenek-nenek stylish yang sedang mencoba tampil edgy,” begitu komentar Emma Davidson, direktur fashion Dazed kepada The Guardian. Dan di situlah kekuatannya, sepatu ini tidak mencoba tampil cantik, justru memperkuat daya tarik melalui keunikannya.
Dibanderol seharga £625 atau sekitar Rp12,5 juta, ‘Frankenshoe’ bukan hanya sekadar alas kaki, melainkan pernyataan fashion. Selain itu, koleksi ini juga mencakup clog mule putih dengan harga £525 dan sandal slider dengan logo Scholl seharga £315—semuanya tetap mengusung tema serupa: perpaduan antara kenyamanan dan gaya eksentrik.
Scholl: Dari Klinik ke Catwalk
Scholl selama lebih dari satu abad dikenal sebagai merek yang memprioritaskan kesehatan kaki dan kenyamanan pengguna. Didirikan oleh Dr. William Scholl pada 1906, merek ini lekat dengan citra “sepatu untuk orang tua” atau alas kaki medis.
Baca Juga: Sandal Jepit Lily Anak Nagita Slavina Bikin Kaget: Ukuran Minimalis, tapi Harganya Maksimalis
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Scholl mengalami kebangkitan tren, terlebih di kalangan generasi muda berusia 29–45 tahun yang lebih peduli pada keseimbangan antara kenyamanan dan gaya hidup aktif.
Model seperti ‘Cameron’, versi berhak dari Pescura menjadi salah satu produk terlaris mereka, menandakan bahwa estetika sandal "sensible" sudah bukan milik lansia semata. Kolaborasi dengan Balenciaga ini memperluas cakrawala merek Scholl dan menjadikannya bagian dari percakapan fashion global.
Tren ‘Ugly Shoes’
Fenomena “ugly shoes” bukanlah hal baru. Kita telah melihat bagaimana Crocs, Birkenstocks, bahkan sepatu orthopedic lainnya mengalami kebangkitan popularitas berkat endorse selebritas dan desainer high fashion. Balenciaga sendiri merupakan salah satu pionir yang membuat “jelek” menjadi estetika tersendiri, mulai dari sepatu Triple S hingga koleksi kolaboratif mereka dengan Crocs yang kontroversial.
Tren ini mencerminkan pergeseran nilai dalam dunia fashion: dari sekadar estetika menuju kenyamanan, kejujuran, dan keunikan. Di tengah era individualisme dan ekspresi personal yang semakin kuat, fashion tidak lagi soal mengikuti standar kecantikan tertentu, tetapi soal menampilkan siapa kita dan bagaimana kita ingin dilihat.
'Frankenshoe' adalah wujud paling mutakhir dari narasi tersebut. Ia membaurkan batas antara fungsi dan bentuk, antara alas kaki ortopedi dan fashion show Paris, dan antara sesuatu yang “jelek” namun penuh pernyataan.
Kolaborasi Balenciaga dan Scholl adalah bukti bahwa industri fashion tidak pernah berhenti mengejutkan. Ketika dua dunia yang tampaknya bertolak belakang, fungsionalitas ortopedi dan eksentrik runway bertemu, hasilnya bisa sangat ikonik.
Mungkin inilah waktunya kita mempertimbangkan untuk menyambut sepatu yang dulu kita anggap “aneh” atau “kuno.” Karena di tengah arus tren yang semakin cepat dan dinamis, keunikanlah yang membuat seseorang menonjol.
Berita Terkait
-
5 Pilihan Sepatu Kanvas Lokal Buat OOTD Ngampus-mu Biar Makin Hype!
-
Gigi Hadid Buktikan Flip-Flop Bisa Sekelas Fashion Week
-
Sandal Jepit Lily Anak Nagita Slavina Bikin Kaget: Ukuran Minimalis, tapi Harganya Maksimalis
-
Forte Vantage V2: Rekomendasi Sepatu untuk Generasi Muda di Tengah Demam Sepak Bola Indonesia
-
Pengalaman Lari Unik Melintasi Hidden Gem di Jakarta
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Inspirasi Lagu Cinta dari Svararasa, Romansa Gen Z yang Hangat dan Dekat di Hati
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi
-
Parfum Vanilla Cocok Dipakai Kapan? Ini 5 Rekomendasi yang Tahan Lama
-
Menikmati Keaslian Kuliner Thailand di Jakarta: Dari Khao Soi hingga Khao Nieo Mamuang
-
6 Shio Paling Hoki di Hari Imlek 17 Februari 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Kapan THR PNS 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwalnya
-
Arti Kue Keranjang saat Imlek, Bukan Sekadar Hidangan Wajib
-
Inspirasi Resep Takjil dari Chef Martin Praja: Es Teler Milky Pudding Bisa Buat Ide Jualan
-
Kapan Mulai Puasa 2026? Cek Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H
-
Apakah Cushion Menghalangi Air Wudhu? Cek 3 Rekomendasi yang Wudhu Friendly