Suara.com - Aktor Fachri Albar mendadak menjadi perbincangan publik usai kembali terseret dalam kasus narkoba. Ia ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu (20/4/2025).
Fachri Albar ditangkap seorang diri di kediamannya yang berada di kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan pukul 20.00 WIB. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendami kasus ini.
"Kami mengonfirmasi bahwa telah mengamankan seorang pria berinsial FA," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Vernal Armando Sambo, dikutip Rabu (23/4/2025).
"Kami amankan di daerah Jakarta Selatan, di kediaman yang bersangkutan. Yang bersangkutan sendiri. Kami mengamankan FA sendiri. Untuk jenis narkotikanya sedang kami dalami," imbuhnya.
Kasus ini bukanlah yang pertama kali menjerat anak musisi ternama Achmad Albar tersebut. Pasalnya, Fachri Albar sudah beberapa kali tersandung dalam kasus narkoba.
Berikut adalah riwayat kasus narkoba yang pernah menyeret Fachri Albar.
1. DPO-Menyerahkan Diri Tahun 2007
Aktor kelahiran 15 November 1981 ini terjerat kasus narkoba pertama kalinya pada tahun 2007. Saat itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggeledah rumah Achmad Albar.
BNN menemukan beberapa gram kokain di kamar Fachri Albar. Ia pun kemudian masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat kasus narkoba yang juga melibatkan sang ayah.
Baca Juga: Fachri Albar Anak Siapa? Kini Kembali Tersandung Kasus Narkoba Ketiga Kalinya
Fachri Albar lantas menyerahkan diri ke BNN didampingi kuasa hukum dan beberapa anggota keluarganya, meliputi Camelia Malik dan Harry Capri.
Usai menjalani pemeriksaan, Fachri Albar dibebaskan karena hasil tes urinenya negatif dan tidak ditemukan cukup bukti untuk menahan aktor tersebut.
2. Tahun 2018 Kembali Ditangkap
Sebelas tahun berselang, tepatnya pada tahun 2018, suami Renata Kusmanto ini kembali terjerat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
Ketika itu, putra dari artis Rina S. Bono itu ditangkap di rumahnya yang berada di kompleks Serenia Hills, Cirendeu, Jakarta Selatan.
Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 0,8 gram sabu dalam kemasan plastik, 13 tablet Dumolit, satu butir Calmlet, dan beberapa alat isap sabu.
Berita Terkait
-
Fachri Albar Anak Siapa? Kini Kembali Tersandung Kasus Narkoba Ketiga Kalinya
-
Agama Fachri Albar, Aktor yang Ditahan Polisi dan Terjerat Narkoba 3 Kali
-
Garis Keturunan Fachri Albar, Disebut-sebut Ada Kaitan dengan Nabi Muhammad SAW
-
Anak Rocker Ahmad Albar Gak Kapok Pakai Narkoba, Begini Kondisi Fachri Albar saat Diciduk Polisi
-
Profil Fachri Albar: Anak Rocker Legendaris, Bersinar di Dunia Akting, hingga Terjerat Narkoba
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard