Generasi baby boomer sering diajarkan bahwa perjuangan melawan kecemasan atau depresi harus dirahasiakan. Sebaliknya, Gen Z menjadi bagian dari pergeseran budaya besar menuju keterbukaan tentang kesehatan mental. Bagi Gen Z, berbicara terbuka tentang kesehatan mental adalah bagian menjadi manusia.
Orang-orang di generasi yang lebih muda cenderung mencari terapi dan berbicara tentang perjuangan emosional tanpa rasa malu. Bagi mereka, kejujuran tentang kesehatan mental adalah bentuk kebaikan dan kekuatan, bukan kekasaran dan kelemahan.
5. Menggunakan ponsel saat makan
Bagi banyak generasi boomer, mengeluarkan ponsel di meja makan adalah salah satu tindakan paling kasar yang dapat kamu lakukan. Namun Gen Z sering kali melihat waktu makan hanya sebagai momen mengerjakan banyak hal sekaligus. Mereka mungkin mengambil foto, membalas pesan, atau bahkan menggulir layar sebentar sambil tetap terlibat dalam percakapan.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih muda merasa tidak terlalu terganggu dengan penggunaan ponsel di lingkungan sosial dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Gen Z sangat nyaman dalam hal memadukan kehidupan daring dan luring dengan lebih lancar daripada generasi boomer.
6. Berterus terang tentang keinginan dan kebutuhan
Generasi yang lebih tua sering kali dibesarkan untuk memberi isyarat atau bersikap tidak langsung ketika mereka membutuhkan sesuatu, karena mereka pikir akan lebih sopan jika tidak bersikap terlalu terbuka. Gen Z cenderung lebih langsung, karena mereka percaya bahwa komunikasi yang jelas dapat mencegah kesalahpahaman.
Psikolog telah menunjukkan bahwa generasi yang lebih muda lebih menghargai persetujuan, kejelasan, dan batasan daripada sebelumnya.
Bagi Gen Z, mengatakan apa yang kamu inginkan secara tepat dipandang sebagai cara untuk menghargai waktu dan energi setiap orang. Itu hanya gaya yang berbeda dalam bersikap penuh perhatian.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, 3 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Orang Lain Menjauhimu
7. Resign tanpa pemberitahuan sebelumnya
Generasi baby boomer diajarkan untuk tetap setia kepada atasan, bahkan ketika keadaan sulit. Mereka juga selalu diajarkan untuk memberi tahu perusahaan sebelum meninggalkan pekerjaan.
Sebaliknya, Generasi Z memandang pekerjaan secara berbeda. Bagi Gen Z, pekerjaan adalah kesepakatan yang saling menguntungkan, bukan komitmen seumur hidup. Pekerja yang lebih muda memprioritaskan kesejahteraan pribadi dan pertumbuhan karier daripada kesetiaan kepada perusahaan.
Daripada khawatir akan merusak hubungan, Gen Z memilih meninggalkan pekerjaan dengan cepat sebagai cara untuk melindungi diri dari lingkungan yang tidak sehat. Bagi mereka, kesetiaan harus diperoleh, bukan otomatis.
8. Melewatkan ucapan terima kasih tradisional
Ucapan terima kasih yang ditulis tangan dulunya dianggap tidak bisa ditawar lagi, khususnya setelah seseorang menerima hadiah atau bantuan. Tetapi Gen Z sering kali memilih teks singkat, memo suara, atau bahkan pesan media sosial yang menyentuh hati.
Berita Terkait
-
Sering Dianggap Sepele, 3 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Orang Lain Menjauhimu
-
Bahasa Zilenial: Upaya Generasi Muda Berkomunikasi dan Mendefinisikan Diri
-
Lee Mu Jin 'Coming of Age Story': Masa Dewasa Awal Penuh Keluhan Khas Gen Z
-
Stop Lakukan 3 Kebiasaan Buruk Ini saat Ngobrol, Bisa Bikin Kamu Dianggap Kurang Cerdas!
-
Ogah Kuliah, Gen Z Pilih Kerja Bidang Konstruksi yang Punya Gaji Ratusan Juta
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
5 Sepeda Tanpa Pedal untuk Melatih Keseimbangan Anak, Harga Murah Meriah
-
5 Ide Isi Hampers Estetik, Deretan Kue Kering Terpopuler yang Wajib Ada
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
-
Kapan Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan?
-
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
-
Apakah Serum Anti Aging Boleh Dipakai Setiap Hari? Cek 5 Rekomendasi untuk Usia 40 Tahun ke Atas
-
7 Shio Paling Beruntung Februari 2026, Siapa yang Mendapat Rezeki Nomplok?
-
Apakah Tanggal 16 Februari 2026 Libur? Cek Jadwal Lengkap Long Weekend Imlek di Sini!
-
Link Download Epstein Files Resmi, Cek Deretan Fakta Mengerikan di Sini
-
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?