Suara.com - Setiap generasi memiliki batasan yang berbeda dalam menilai perilaku sosial yang dianggap pantas. Apa yang bagi satu generasi terasa seperti bentuk sopan santun, bisa saja dianggap berlebihan atau sudah ketinggalan zaman oleh generasi lainnya.
Kesenjangan perilaku sosial ini bisa terlihat dari generasi Baby Boomer dan Gen Z. Generasi baby boomer tumbuh dengan pandangan tegas tentang sopan santun, sehingga sering bingung melihat generasi muda yang bersikap lebih santai atau tampak tidak peduli.
Sebaliknya, Gen Z lebih mengutamakan keaslian dan efisiensi, dan menganggap sebagian aturan lama sebagai hal yang tidak relevan atau bahkan dibuat-buat. Akibatnya, tak jarang kebiasaan Gen Z dianggap kurang ajar oleh baby boomer, padahal seharusnya tidak masalah. Apa saja contohnya?
1. Tidak langsung menjawab telepon
Bagi para boomer, mengabaikan dering telepon bisa terasa seperti mengabaikan orang yang berdiri tepat di depanmu. Namun berbeda bagi Gen Z. Mereka justru menganggap panggilan telepon sebagai sesuatu yang mengganggu kecuali jika sudah dijadwalkan sebelumnya.
Bagi Gen Z, mengirim pesan teks terlebih dahulu dianggap lebih sopan ketimbang langsung menelepon. Ini karena memberi orang lain pilihan tentang kapan harus menjawab.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa generasi muda merasa lebih cemas dengan panggilan yang tidak terduga. Bagi Gen Z, tidak menjawab sampai kamu merasa 100 persen siap hanyalah kesopanan umum.
2. Berbicara dengan santai kepada figur otoritas
Generasi boomer sering kali tumbuh dengan memanggil semua orang "tuan," "nyonya," atau "Tuan dan Nyonya," terutama ketika berbicara dengan guru, bos, atau orang dewasa yang lebih tua. Di sisi lain, Gen Z cenderung menyukai nama depan dan percakapan santai, tidak peduli dengan siapa mereka berbicara.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, 3 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Orang Lain Menjauhimu
Karyawan yang lebih muda saat ini merasa lebih nyaman dan lebih produktif dalam lingkungan yang tidak terlalu formal. Menggunakan bahasa yang santai adalah cara untuk menyamakan kedudukan. Bagi Gen Z, menjadi nyata lebih penting daripada menjaga jarak formal demi formalitas.
3. Membatalkan rencana melalui chat
Generasi boomer sering menganggap membatalkan rencana di menit-menit terakhir sebagai pelanggaran tata krama yang serius, apalagi melakukannya lewat pesan chat bisa terasa lebih buruk.
Namun bagi Gen Z, membatalkan rencana lewat chat adalah cara standar dan penuh hormat untuk memberi kabar kepada seseorang. Dalam benak mereka, mengirim pesan teks yang cepat dan jujur lebih baik daripada memaksakan permintaan maaf palsu secara langsung, atau menghilang begitu saja.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih muda sangat menghargai kejujuran. Mereka hanya melihat pesan teks sebagai cara tercepat untuk bersikap jelas dan menghargai waktu setiap orang.
4. Berbicara terbuka tentang masalah kesehatan mental
Berita Terkait
-
Sering Dianggap Sepele, 3 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Orang Lain Menjauhimu
-
Bahasa Zilenial: Upaya Generasi Muda Berkomunikasi dan Mendefinisikan Diri
-
Lee Mu Jin 'Coming of Age Story': Masa Dewasa Awal Penuh Keluhan Khas Gen Z
-
Stop Lakukan 3 Kebiasaan Buruk Ini saat Ngobrol, Bisa Bikin Kamu Dianggap Kurang Cerdas!
-
Ogah Kuliah, Gen Z Pilih Kerja Bidang Konstruksi yang Punya Gaji Ratusan Juta
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar