Suara.com - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 jatuh pada hari Jumat, 2 Mei. Momen ini menjadi saat yang istimewa untuk mengenang jasa para pahlawan pendidikan, terutama Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, serta merefleksikan pentingnya peran pendidikan dalam membangun bangsa.
Salah satu cara yang umum dilakukan untuk memperingati Hardiknas adalah melalui upacara bendera. Upacara ini biasanya dilengkapi dengan pembacaan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan pendidikan yang kita rasakan hari ini, sekaligus menjadi sarana memanjatkan harapan dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dunia pendidikan di Indonesia terus maju dan membawa kebaikan bagi seluruh rakyat.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Maha Suci Engkau, Sang Pencipta Ilmu,
Yang membentangkan jalan-jalan pengetahuan
Di setiap sudut negeri ini.
Pada hari yang penuh makna ini,
Di bawah kibaran Sang Merah Putih yang gagah,
Kami merayakan semangat pendidikan
Yang menyala dalam sanubari bangsa Indonesia.
Ya Ilahi, Raja segala kebijaksanaan,
Izinkan kami menimba dari samudra ilmu-Mu yang tak bertepi.
Jadikan setiap ruang kelas sebagai taman-taman surga,
Di mana bibit-bibit pemikiran tumbuh subur
Dan bunga-bunga kecerdasan bermekaran indah.
Baca Juga: Teks Doa Upacara Bendera Hardiknas 2025: Lengkap dengan Kata Sambutan Pemimpin Upacara
Ya Pemilik segala rahasia alam,
Berikanlah kepada para guru kearifan para nabi,
Kesabaran para wali, dan kelembutan para malaikat,
Agar mereka menjadi pelita-pelita
Yang menerangi jalan generasi penerus bangsa.
Ya Penggenggam hati,
Tumbuhkan dalam dada para pelajar
Rasa haus akan ilmu yang tak terpuaskan,
Keberanian untuk bertanya dan menggali,
Ketekunan untuk terus belajar dan berkarya.
Ya Penyatu yang Agung,
Pertemukan benang-benang pendidikan formal dan non-formal,
Rajutlah menjadi kain peradaban yang indah dan kokoh,
Yang mampu melindungi dan menghangatkan
Seluruh putra-putri Indonesia tanpa terkecuali.
Ya Pengasih yang tak terbatas,
Jangan biarkan seorang pun anak negeri ini
Terputus dari aliran sungai pendidikan.
Biarlah air ilmu mengalir hingga ke pelosok-pelosok,
Menyuburkan tanah-tanah gersang yang haus akan pengetahuan.
Ya Pemilik waktu,
Jadikanlah setiap detik pembelajaran
Sebagai investasi abadi untuk masa depan bangsa,
Sehingga Indonesia berdiri tegak dengan kepala terangkat
Di hadapan bangsa-bangsa dunia.
Ya Pemberi ampunan,
Maafkanlah segala kekeliruan dalam mendidik
Yang pernah kami lakukan dengan sengaja maupun tidak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan