Suara.com - Gaya hidup sehat dan seimbang kini menjadi kebutuhan utama di tengah hiruk pikuk kehidupan urban. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental mendorong banyak orang untuk rutin berolahraga, mengatur pola makan, serta mencari aktivitas yang mendukung kesejahteraan holistik. Tak hanya sebagai tren sesaat, gaya hidup ini telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat perkotaan yang ingin tetap produktif, bugar, dan bahagia dalam menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks.
Menjawab kebutuhan tersebut, Gdas Bali menggelar acara bertajuk Flow & Flourish (A Holistic Afternoon Experience) pada Selasa, 29 April 2025, di Samastha, Jakarta Selatan.
Acara ini menjadi upaya Gdas Bali untuk memperkenalkan konsep healing holistic yang menjadi identitas utamanya. Bukan hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk menyapa masyarakat Jakarta menjelang pembukaan resminya di Ubud, Bali.
Terletak di kawasan Ubud yang dikenal sebagai pusat spiritual dan budaya Bali, Gdas Bali hadir sebagai rumah bagi siapa pun yang ingin menyembuhkan diri secara menyeluruh baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Gdas Bali tidak sekedar menawarkan penginapan mewah, tetapi juga menghadirkan pengalaman transformasional melalui berbagai program wellness seperti yoga, meditasi, mindful eating, serta terapi berbasis sains seperti biohacking.
“Kami menggabungkan cara-cara penyembuhan tradisional dan modern dalam satu tempat, supaya orang bisa benar-benar merasa pulih, baik secara fisik, pikiran, maupun perasaan. Karena kami percaya, hidup yang seimbang itu dimulai dari tubuh, pikiran, dan jiwa yang selaras,” ujar Tini, selaku Help Management Gdas Bali.
Flow & Flourish: Cuplikan Kecil dari Pengalaman Gdas Bali
Lewat acara Flow & Flourish, Gdas Bali menghadirkan cuplikan dari pengalaman yang bisa didapatkan langsung di resort mereka. Para peserta diajak menikmati lima sesi utama yang dirancang untuk memulihkan energi, meningkatkan kesadaran diri, dan memberi relaksasi secara menyeluruh.
Acara dibuka dengan sesi meditasi menggunakan kristal. Kegiatan pada sesi ini dipandu oleh Gems of Moonchild yang menjelaskan bagaimana kristal tertentu memiliki frekuensi dan getaran yang dipercaya mampu menyeimbangkan energi tubuh. Peserta pada saat ini diberikan kristal yang dipilih sesuai kebutuhan energi personal, kristal ini nantinya akan para peserta buat menjadi sebuah gelang.
Baca Juga: Buku The Brain's Way of Healing: Mengeksplorasi Kemampuan Otak Manusia
Dalam suasana yang lebih ringan dan menyenangkan, sesi kedua menghadirkan pengalaman mencicipi dan mengenal berbagai varian matcha bersama cha.ya. Matcha dikenal sebagai superfood yang kaya antioksidan dan sering digunakan dalam ritual minum teh di Jepang.
Peserta diajak menyeduh matcha dengan cara tradisional, mencicipi perbedaan rasa dari berbagai jenis matcha, sekaligus memahami filosofi di balik prosesnya yang mengutamakan ketenangan dan kesadaran.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan sesi hatha flow yoga yang dipandu oleh Yusak, seorang instruktur berpengalaman dalam praktik yoga. Setiap gerakan dalam yoga ini mengalir lembut dan berpadu dengan teknik pernapasan yang dapat membantu peserta melepaskan ketegangan tubuh sekaligus memusatkan pikiran.
Setelah sesi relaksasi dan eksplorasi rasa, peserta diajak menikmati sajian manis dalam format dessert omakase oleh Petit Garçon. Hidangan ini dihidangkan oleh Andika Adam, Direktur Kuliner Gdas Bali, bersama tim inovatifnya. Setiap dessert disajikan seperti karya seni dengan penuh detail, berlapis rasa, dan mengedepankan bahan-bahan alami.
Konsep omakase sendiri berarti “percayakan pada chef,” yang dapat menciptakan pengalaman kuliner spontan namun terseleksi dengan cermat. Selain memanjakan indera, sesi ini juga menjadi pengingat bahwa menikmati makanan bisa menjadi pengalaman spiritual jika dilakukan dengan penuh kesadaran.
Acara ditutup dengan sesi sound healing yang mendalam bersama Raja Burman, praktisi sound healing. Menggunakan instrumen seperti singing bowl, gong, dan alat musik etnik lainnya, Raj menciptakan gelombang suara yang membantu peserta memasuki kondisi relaksasi mendalam. Terapi suara ini bekerja dengan cara menyeimbangkan frekuensi tubuh dan pikiran, membantu meredakan stres, menurunkan kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan