Suara.com - Festival Lampion Borobudur adalah sebuah acara budaya dan spiritual yang biasanya diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, untuk merayakan Hari Raya Waisak, yaitu hari kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Siddhartha Gautama (Buddha).
Acara ini menjadi salah satu puncak perayaan Waisak dan dikenal luas. Rangkaian acara waisak umumnya terdiri atas pelepasan lampion. Dalam acara tersebut Ribuan lampion dilepaskan ke langit malam sebagai simbol harapan, doa, dan kedamaian.
Kemudian dilaksanakan prosesi Waisak. Prosesi dimulai dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, diikuti oleh umat Buddha dari seluruh dunia.
Acara sakral selanjutnya dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak ialah upacara Spiritual termasuk meditasi massal, doa bersama, dan penyalaan lilin. Acara puncaknya dan menjadi acara penutup adalah pertunjukan budaya. Biasanya ditampilkan pula tarian, musik tradisional, dan pertunjukan seni lainnya.
Festival ini terbuka untuk umum, dan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang untuk menyaksikan keindahannya. Tahun 2025, Waisak jatuh pada tanggal Senin, 12 Mei, dan Festival Lampion biasanya berlangsung pada malam hari menjelang atau tepat di hari Waisak.
Harga Tiket Lampion Borobudur 2025
Dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak dan festival lampion PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) menyediakan 700 tiket festival lampion Waisak 2025. Berikut detail harga festival lampion Borobudur 2025.
- 500 tiket biasa seharga Rp850.000.
- 200 tiket dengan wellness activity seharga Rp1 juta.
Penjualan tiket dimulai pada Rabu (19/4/2025) Pukul 19.00 WIB. Pembelian tiket bisa dilakukan secara online melalui ticket.injourneydestination.id.
Pengunjung yang membeli tiket festival lampion akan mendapatkan package khusus berupa kaus, goodie bag, dan senter khusus penerangan malam. Pengunjung juga akan mendapatkan akses khusus. Untuk menambah pengalaman pengunjung, harga tiket yang Rp1 juta, di mana di dalamnya termasuk wellness activity, akan mendapatkan sesi walking meditation dan pradaksina.
Arti Penting Waisak untuk Umat Budha
Waisak memiliki arti yang sangat penting bagi umat Buddha karena memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama (Buddha), yang semuanya diyakini terjadi pada hari purnama di bulan Waisak biasanya jatuh pada bulan Mei. Adapun tiga peristiwa besar dalam kehidupan Buddha itu adalah:
Baca Juga: Detik-Detik Waisak 2025 di Borobudur Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkapnya
1. Kelahiran
Siddhartha Gautama lahir sebagai pangeran di Lumbini, India (sekarang menjadi wilayah Nepal), sekitar abad ke-6 SM.
2. Pencerahan (Bodhi)
Setelah bertapa dan bermeditasi mendalam, ia mencapai pencerahan dan menjadi Buddha, “Yang Tercerahkan”.
3. Parinibbana (Wafat)
Ia meninggal dunia dalam keadaan damai dan mencapai Parinibbana, yaitu akhir dari siklus kelahiran dan kematian (samsara).
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan