Suara.com - Di tengah derasnya arus digitalisasi, generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z dan milenial berada pada titik krusial dalam menentukan arah kebiasaan finansial mereka.
Dengan kemudahan teknologi yang kini menyatu dalam kehidupan sehari-hari, pilihan untuk mengelola keuangan secara bijak pun semakin terbuka lebar. Salah satu kebiasaan penting yang perlu dibangun sejak dini adalah menabung.
Namun, menabung di era digital tidak lagi terbatas pada buku tabungan konvensional atau antri di bank, melainkan melalui cara yang lebih mudah, cepat, dan fleksibel.
Riset menunjukkan bahwa perubahan pola perilaku keuangan sedang terjadi secara masif. Menurut studi Populix, sebanyak 54% Gen Z dan milenial di Indonesia sudah menggunakan bank digital, utamanya untuk keperluan top-up e-wallet.
Sementara laporan JakPat pada paruh kedua 2024 mengungkapkan bahwa 94% Gen Z telah menggunakan e-wallet untuk bertransaksi, dan lebih dari separuh di antaranya bahkan menyimpan dana mereka di sana.
Angka ini bukan hanya mencerminkan adopsi teknologi keuangan yang pesat, tetapi juga menunjukkan adanya pergeseran persepsi bahwa e-wallet kini dianggap sebagai sarana menyimpan uang, bukan semata-mata alat bayar.
Namun, menyimpan uang di e-wallet tanpa strategi menabung yang jelas bisa berisiko. Kebiasaan belanja impulsif yang kerap dipicu oleh notifikasi promo bisa membuat dana yang seharusnya disimpan justru habis tanpa disadari.
Maka dari itu, penting bagi generasi muda untuk mulai membangun pola pikir bahwa menabung adalah kebiasaan, bukan hanya resolusi semata.
Dalam konteks ini, hadirnya inovasi seperti fitur tabungan digital dalam e-wallet dapat menjadi jembatan penting. Salah satu contohnya adalah fitur rek-wallet seperti yang ditawarkan dalam OVO Nabung, hasil kolaborasi antara OVO dan Superbank.
Baca Juga: Solusi Digital dalam Dunia Kuliner: Bukan Cuma Sekedar Makan, Ada Banjir Hadiah serta Promo Juga!
Meski bukan satu-satunya layanan di pasar, produk ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa merangkul generasi muda dalam kebiasaan finansial yang lebih sehat.
"Ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan, di antaranya bunga kompetitif hingga 5% per tahun, tanpa batas saldo, dan tanpa biaya admin, menjadi elemen penting dalam mempermudah akses sekaligus meningkatkan nilai dari uang yang disimpan," jelas Eddie Martono, Chief Operating Officer, OVO.
Bagi sebagian besar Gen Z dan milenial yang sudah terbiasa dengan antarmuka digital, menabung kini bisa dilakukan semudah melakukan transfer atau membayar tagihan.
Bahkan, tidak perlu membuka rekening bank baru yang biasanya mensyaratkan saldo minimum dan biaya administrasi, hal-hal yang kerap menjadi alasan enggan menabung.
Dengan rek-wallet yang terintegrasi langsung dalam aplikasi e-wallet, pengalaman menabung terasa lebih natural dan melebur dalam keseharian
"Inilah bentuk nyata bagaimana teknologi dan kemitraan dapat menyederhanakan pengalaman finansial tanpa mengurangi manfaatnya," kata Sukiwan, Chief Business Officer Superbank.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas
-
Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar
-
5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt
-
Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?
-
5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal
-
Apa Bedanya Butter dan Margarin? Sering Dikira Sama padahal Beda Fungsinya
-
Fenomena Udang Naik ke Daratan Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ekosistem Sungai, Mengapa?
-
2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu, Bisakah Percepat Pemulihan Terumbu Karang?
-
3 Krim Apotek Pencerah Wajah Tanpa Resep Dokter, Ampuh Hempas Noda Hitam