Suara.com - Pameran arsitektur ARCH:ID kembali digelar pada 8–11 Mei 2025 di ICE BSD, Tangerang. Di edisi kelimanya ini, ARCH:ID tak hanya menjadi ruang temu para arsitek dan desainer interior tanah air, tetapi juga menjadi panggung gagasan, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin yang makin meriah.
Dari instalasi berskala monumental hingga detail bahan bangunan yang dirancang dengan cermat, pameran ini kembali membuktikan bahwa dunia desain Indonesia tengah berada dalam geliat yang dinamis dan progresif.
Tahun ini, acara ini mengusung semangat "Design for Impact", mendorong pelaku industri untuk tidak sekadar menciptakan bentuk, tetapi juga menjawab tantangan ruang, lingkungan, dan gaya hidup masa kini.
Tidak heran jika banyak instalasi yang tampil menyoroti aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan keseimbangan estetika-fungsi.
Salah satu instalasi yang menarik perhatian adalah in-Lite Pavilion bertajuk A Glowing Light Box, yang menempati area Hall 6 No. 079 di zona ‘Jembatan Khatulistiwa’.
Instalasi ini bukan hanya menampilkan pencahayaan artistik yang memukau, tetapi juga menjadi ruang eksplorasi material dan tekstur interior yang membentuk pengalaman ruang yang imersif.
Kolaborasi antara in-Lite. penyedia lampu LED lokal dengan TACO sebagai penyedia solusi interior, menciptakan harmoni antara cahaya dan elemen desain lainnya.
Alih-alih menonjolkan kemewahan, A Glowing Light Box justru mengajak pengunjung memahami betapa pentingnya pencahayaan dalam membangun karakter ruang.
Lampu bukan sekadar penerang, tapi pencipta suasana. Di sinilah nilai estetika dan fungsi bertemu dalam bentuk paling intuitif.
Baca Juga: Dari Cek Vendor Sampai Cari Promo: Ini Alasan Kamu Wajib ke Pameran Pernikahan Bareng Pasangan!
“Melalui kesempatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencahayaan bisa menghidupkan ruang, membentuk struktur, dan menciptakan cerita,” ujar Fransiska Darmawan, General Manager Marketing in-Lite.
Kolaborasi ini juga dirancang secara eksklusif oleh Pavilion95 dan Insignio Studio, dua studio desain yang karyanya sudah sering menghiasi panggung desain nasional.
Yang menarik, instalasi ini juga memamerkan sejumlah material interior yang sedang naik daun, seperti panel dinding dekoratif dan permukaan laminasi yang tampil dalam palet warna kalem, tekstur berani, dan format praktis.
Material ini ditampilkan tidak secara instruksional, tetapi menyatu dalam narasi desain yang utuh, membuat pengunjung bisa merasakan langsung dampaknya dalam sebuah ruang.
Anastasia Tirtabudi, VP Brand Marketing & Corporate Communication dari TACO, menjelaskan bahwa partisipasi mereka kali ini lebih sebagai bentuk dukungan terhadap desain yang berkelanjutan dan kolaboratif.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai produsen, tetapi sebagai mitra yang aktif mendukung kreasi ruang yang nyaman, berkarakter, dan terinspirasi dari kebutuhan masa kini,” ujarnya.
Keterlibatan brand-brand lokal besar seperti in-Lite dan TACO juga memperlihatkan kekuatan ekosistem desain Indonesia yang semakin solid. Kehadiran mereka di ARCH:ID bukan sebagai pengisi booth biasa, tetapi sebagai bagian dari alur naratif yang menyatukan ide, produk, dan pengguna dalam satu pengalaman yang imajinatif.
Ajang ini benar-benar menjadi tempat di mana para profesional bisa saling bertukar pikiran dan menginspirasi satu sama lain. Para pengunjung pun bisa merasakan bagaimana tren desain interior mulai bergeser: dari sekadar tampilan estetik ke arah solusi fungsional yang lebih sadar konteks.
Vinyl flooring dalam motif batuan alam, panel dinding cermin 2D, hingga sistem pencahayaan yang interaktif, semuanya menjadi bagian dari tren baru yang mengutamakan pengalaman multisensorik dalam sebuah ruang.
Tak hanya bagi para arsitek dan desainer, ARCH:ID tahun ini juga terasa lebih ramah bagi masyarakat umum yang ingin melihat keindahan dan logika di balik karya arsitektur. Instalasi bisa dinikmati sebagai karya seni, sambil memberi wawasan tentang bagaimana desain bisa mengubah hidup sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Apakah Suntik Botox dan Filler Membatalkan Puasa? Simak Hukum dan Penjelasannya di Sini
-
Cara Daftar Mudik Gratis IFG Group 2026, Lengkap Rute dan Kuota
-
Berapa Gaji Arya Iwantoro di Inggris? Setuju Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
5 Trik Atur Pola Tidur saat Puasa agar Tak Ngeluh Jam Tidur Terganggu seperti Cut Rizki
-
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
-
Wudu tanpa Berkumur saat Puasa, Sah atau Tidak? Ternyata Begini Hukumnya
-
5 Rekomendasi Brand Baju Koko Terbaik untuk Lebaran 2026, Produk Lokal Harga Terjangkau
-
5 Tips Sederhana Mengelola THR agar Tidak Sekadar Numpang Lewat
-
Salat Tarawih Minimal Berapa Rakaat? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Aturan Buka Puasa di KRL, MRT, dan LRT Selama Ramadan 2026